081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Atikoh Ganjar Ajak Kerja Sama dalam Bahasa Jepang

Atikoh Ganjar Ajak Kerja Sama dalam Bahasa Jepang

Haidiva.com-Siti Atikoh menyampaikan pidato mengenai potensi kerja sama antara Indonesia dan Jepang di acara ASJI Annual, International Symposium and Seminar on Japanese Studies in Indonesia di Universitas Sebelas Maret, Kota Surakarta, pada Kamis (7/12). Istri Ganjar Pranowo ini menggunakan pidatonya dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Jepang dan Inggris.

“Minasan, konnichiwa! Watashitachi wa kyou, koko ni. irasshaimashite, ureshii desu Hajimemashite, Atikoh hingga moushimasu. Kyou wa minna de tanoshiku issho ni. sugosou ke omotteimasu,” kata Atikoh membuat riuh suasana peserta yang hadir.

Dalam pidatonya, Atikoh menyapa peserta dengan penuh semangat dalam Bahasa Jepang, menciptakan suasana yang ceria di antara hadirin. Sebagai Dewan Kehormatan Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI), ia berbagi pengalaman mengenai hubungan erat antara Jepang dan Indonesia. Atikoh menekankan pentingnya kerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan seperti bencana alam, pandemi, dan ketidakpastian ekonomi demi kesejahteraan warga negara.

“Saat kita menghadapi berbagai tantangan, seperti bencana alam, pandemi, dan ketidakpastian ekonomi, kita harus bekerja sama untuk mengatasi permasalahan ini dan memastikan kesejahteraan warga negara kita,” ujarnya dalam Bahasa Inggris.

Baca juga: Hasil daur ulang sampah Jepang

Dalam Bahasa Inggris, Atikoh menyampaikan empat sektor potensial kerja sama, yakni kesehatan, kebencanaan, stabilitas ekonomi, dan kesetaraan gender. Ia membahas kerentanan bersama terhadap bencana alam dan mengajak untuk berbagi pengetahuan, keahlian, dan praktik terbaik guna meningkatkan manajemen bencana dan mengurangi dampaknya.

“Dengan berbagi pengetahuan, keahlian, dan praktik terbaik, kita dapat meningkatkan sistem manajemen bencana dan meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat,” katanya.

Kerja sama Indonesia-Jepang

Atikoh menyoroti potensi kerja sama di bidang kesehatan, mengingat Jepang sebagai negara terdepan dalam kemajuan dan teknologi medis. Ia mengusulkan pembinaan kemitraan dalam penelitian, pengembangan, dan infrastruktur layanan kesehatan untuk memperkuat sistem layanan kesehatan dan memastikan ketidaktinggalan selama krisis.

Poin selanjutnya menggarisbawahi potensi kerja sama ekonomi antara Jepang dan Indonesia, dengan fokus pada perdagangan, investasi, dan kerja sama teknologi untuk menciptakan peluang ekonomi berkelanjutan dan inklusif.

Baca juga: Belajar dari istri dan mantan istri Dinald Trump

“Mempromosikan perdagangan, investasi, dan kerja sama teknologi dapat menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat kita,” katanya.

Terakhir, Atikoh membahas isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menegaskan pentingnya berbagi pengalaman, praktik terbaik, dan kebijakan guna menciptakan lingkungan di mana perempuan dapat berpartisipasi sepenuhnya dalam semua aspek masyarakat.

Atikoh mengakhiri pidatonya dengan ucapan terima kasih dalam Bahasa Jepang kepada para tamu, menciptakan kesan positif di akhir acara. “Minasan, gochisosama deshita. Kokoro kara osewa ni narimashita. Kondo, mata no okoshite no oai de, arigatou gozaimashita,” kata Atikoh.

Informasi tambahan tentang latar belakang pendidikan Atikoh di Universitas Tokyo dan prestisiusnya universitas tersebut diakhiri dengan fakta bahwa pada tahun 2021, terdapat 17 perdana menteri Jepang yang merupakan lulusan dari University of Tokyo.

Spread the love