Hasil Daur Ulang Sampah di Jepang

Hasil Daur Ulang Sampah di Jepang

Haidiva.com-Rasanya, membuang sampah di tempat yang benar tak cukup mengatasi persoalan limbah untuk saat ini. Pengelolaan sampah yang paling tepat ialah re-use, reduce, recycle hingga tak ada lagi sampah sisa barang yang percuma. Salah satu negara berhasil mengatasi sampah ialah Jepang.

Mengutip The Japan Times, pengolahan sampah dimulai dari skala rumah tangga dengan memisahkannya menjadi empat jenis sesuai material. Pertama adalah sampah yang dapat dibakar (moeru gomi) seperti kertas dan turunanya. Hal ini termasuk sisa makanan yang  dijadikan kompos penyumbut tumbuhan.

Kedua, sampah yang tidak dapat dibakar atau diolah alam (moenai gomi) seperti potongan logam, plastic, kaca, kaleng, dan botol. Ketiga, sampah besar (sodai gomi) seperti perabot rumah tangga , barang elektronik, alat transportasi dan lain sebagainya. Terakhir, shigen gomi atau sampah yang bisa didaur ulang seperti koran bekas, botol bekas, kaleng bekas, dan lain sebagainya.

Sebelum dibuang, setiap rumah tangga harus mencucinya bersih terlebih dahulu kemudian dibuang dengan rapi seuai tempat dan jadwalnya. Bila membuang tak sesuai tempat atau jadwal, petugas kebersihan tidak akan mengambilnya 

Sampah-sampah yang telah dikumpulkan sesuai jenis ini kemudian diolah menjadi barang baru yang bisa dipakai. Berikut ini contoh hasil daur ulang sampah di Jepang.

Paving Block dari Sampah Kaca

brilio.net

Kaca-kaca yang telah dikumpulkan kemudiah dipecahkan menggunakan mesin pengolahan. Dalam satu jam, 4 ribu botol mampu dipecahkan. Hasilnya kemudian dikumpulkan dan didaurkan ulang menjadi paving jalan atau diubah kembali menjadi botol.

Busana dari Sampah Plastik

brilio.net

Plastik yang dikumpulkan akan diolah menggunakan mesin dan dipadatkan. Setengah ton botol dapat diproses dalam waktu satu jam dan diubah menjadi balok. Setiap balok yang keluar setara dengan 300 botol ukuran 1,5 liter. Balok plastik ini kemudian diolah kembali menjadi benang-benang fiber yang bisa digunakan untuk plastik baru bahkan pakaian fiber.

Medali Olimpiade dari Sampah Elektronik

hipwee.com

Jepang mengolah sampah elektroniknya menjadi 5000 medali untuk Olimpiade Tokyo 2020. Medali ini tercipta dari 80 ribu ton limbah elektronik yang sudah dikumpulkan sejak Februari 2017.

Kira-kira, kapan Indonesia mampu mendaur ulang sampah seperti Jepang? Ayo mulai dari kita sendiri dengan mengurangi pemakaian sampah sekali pakai, memilah-milah sampah, hingga mendaur ulang kembali menjadi produk yang bisa digunakan.**

Spread the love