081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Ramai Corona, Jangan Lupa Isu Pelecehan Seksual

Ramai Corona, Jangan Lupa Isu Pelecehan Seksual

“Jangan Takut Corona, Takutlah Pelecehan Seksual,” orasi salah satu massa Women’s March Surabaya di Car Free Day Taman Bungkul Minggu 8 Maret 2020.

Tanggal 8 Maret memang diperingati sebagai Hari Perempuan Internasional. Meski ramai dengan isu penyebaran virus corona, nyatanya perayaan Hari Perempuan Internasional tak kalah meriah di Indonesia, termasuk Women’s March Surabaya 2020. Salah satu isu yang sering digaungkan adalah lawan pelecehan seksual.

Women’s March Surabaya 2020

“Menurut Catatan Tahunan dari Komnas Perempuan, kasus kekerasan perempuan meningkat sebanyak 14 persen dari tahun sebelumnya,” begitu siaran pers yang disampaikan dalam Women’s March Surabaya 2020, 8 Maret 2020.

Kenaikan tersebut menunjukkan fakta bahwa perempuan hingga saat ini dihadapkan masalah-masalah serius seperti kekerasan seksual. Selain itu, ada 14 tuntutan lain yang disampaikan ke dalam aksi massa tersebut. Pertama ialah dorongan pengesahan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual dan peraturan turunanya.

Women’s March Surabaya 2020

Kedua, menuntut pemerintah untuk menghapus stigma terhadap korban kekerasan seksual. Ketiga, sistem hukum berkeadilan gender. Keempat, pemenuhan hak kesehatan seksual dan reproduksi. Kelima, pencabutan RUU Ketahanan Keluarga. Keenam, tolak pengesahan RUU Cipta lapangan Kerja. Ketujuh, mendorong sistem yang berpihak pada buruh perempuan.

Kedelapan, memastikan pelaksanaan UU Perlindungan Pekerja Migran Indonesia. Kesembilan, usut tindakan pelanggaran HAM dan kriminalisasi terhadap perempuan. Kesepuluh, menuntut bantuan advokasi dari pemerintah bagi korban kekerasan seksual. Kesebelas, pembangunan yang mengarusutamakan gender. Kedua belas, meningkatkan keterwakilan politik perempuan.

Ketiga belas, mendorong kurikulum pendidikan yang komprehensif dan adil gender. Terakhir, menuntut pemerintah menegakkan keadilan bagi perempuan korban konflik agraria. Keempat belas tuntutan ini tak hanya disampaikan lewat poster saat melakukan aksi massa. Terdapat sejumlah penampilan seni, pembacaan puisi, dan tarian kontemporer.

Women’s March Surabaya 2020

Ketua Koordinator Women’s March Surabaya 2020, Syska La Veggie mengatakan kegiatan ini tidak hanya untuk perempuan saja, tetapi juga untuk seluruh gender, kaum marginal, hingga disabilitas. Women’s March Surabaya mengajak untuk bergabung bersama, membela hak-hak kaum perempuan, kaum marginal, dan mereka yang terdiskriminasi.

Syska pun berharap gerakan seperti ini tak hanya dilakukan saat peringatan Hari Perempuan Internasional saja. “Semoga gerakan kolektif ini tidak hanya dilakukan saat Women’s March saja. Teman-teman bisa melakukan aksi-aksi lain, atau memberikan contoh yang baik secara pribadi, jadi gerakan ini tak hanya berhenti di sini saja,” pungkasnya.

Spread the love