Mitos Pemenang Puteri Indonesia

Mitos Pemenang Puteri Indonesia

Haidiva.com-Malam final Pemilihan Puteri Indonesia 2020 telah dilangsungkan Jumat, 6 Maret 2020 lalu. Rr. Ayu Maulida dari Jawa Timur menang dan terpilih menjadi Puteri Indonesia 2020 dan Miss Universe Indonesia 2020. Putu Ayu Saraswati dari Bali meraih Runner Up 1, Puteri Indonesia Lingkungan dan Miss International Indonesia 2020. Jihane Almira Chedid dari Jawa Tengah meraih Runner Up 2, berhak meraih Puteri Indonesia Pariwisata 2020 dan Miss Supranational 2020.

Meski demikian, tak membosankan bila membahas topik-topik yang dibicarakan oleh pageant lovers atau pecinta kontes kecantikan. Salah satunya adalah mitos pemenang puteri Indonesia. Dilansir dari beberapa sumber, Haidiva merangkumnya untuk kamu.

Baca: Pageant Lovers, Fandomnya Kontes Kecantikan

Pemenang Puteri Indonesia Selalu Paling Tinggi di Antara Tiga Besar

Puteri Indonesia 2020

Setelah tahun 2011, mayoritas pemenang Puteri Indonesia selalu menjadi yang paling tinggi di antara tiga besar. Sebut saja Maria Selena (PI 2011-2012), Whulandary Herman (PI 2013), Elvira Devinamira (PI 2014), Anindya Kusuma Puteri (PI 2015), Kezia Warouw (PI 2016), Bunga Jelita (PI 2017), Sonia Fergina Citra (PI 2018) hingga Ayu Maulida (PI 2020) tampak lebih tinggi dibanding para runner up-nya.

Mitosnya, ini mengikuti bentuk Mahkota Borobudur yang dikenakan para Puteri Indonesia dan para runner up-nya. Mahkota Borobudur tinggi di tengah. Pemenang biasanya berdiri di tengah diapit para runner up. Namun anomaly terjadi di PPI 2019 di mana Jolene Marie Rotinsulu (PI Lingkungan 2019) lebih tinggi dibanding Frederika Alexis Cull (PI 2019).

Kebaya atau Konde jadi Kode Pemenang

Puteri Indonesia 2019 Frederika Alexis Cull

Sebelum 2016, pemenang Puteri Indonesia selalu mempunyai sanggul yang lebih tinggi atau besar dibanding runner up. Namun setelahnya, sanggul tak lagi jadi kode melainkan bentuk kebaya. Kebaya pemenang Puteri Indonesia selalu mempunyai dua sayap sementara runner up hanya mempunyai satu. Buktinya, perhatikan kebaya di final Puteri Indonesia 2019 dan Puteri Indonesia 2020. Kebaya Frederika dan Ayu Maulida mempunyai dua sayap di punggungnya. Sementara runner up hanya satu.

Baca: Sejarah Pageant Indonesia, Saat Kecantikan Perempuan Diukur

Wajah Oriental di Tiga Besar Selalu Menjadi Puteri Indonesia Lingkungan

Kevin Liliana (Miss International 2017)

Bila ada wajah oriental di tiga besar pemilihan Puteri Indonesia, kemungkinan dia akan terpilih menjadi PI Lingkungan atau Miss International Indonesia. Misalnya ialah Felice Hwang (PI Lingkungan 2016), Kevin Liliana (Miss International 2017), atau yang terbaru Putu Ayu Saras (PI Lingkungan 2020) mempunyai wajah paling oriental dibandingkan dua kandidat lainnya.

Namun bila tidak ada yang berwajah oriental, finalis yang berwajah paling lembut yang menjadi PI Lingkungan. Misalnya di tahun 2019, Jolene Marie yang menjadi perwakilan Indonesia di Miss International.

Namun mitos ini kelihatannya dipatahkan di Pemilihan Puteri Indonesia 2011 dan Pemilihan Puteri Indonesia 2018. Maria Selena (PI 2011) dan Sonia Fergina Citra (PI 2018) satu-satunya yang mempunyai wajah oriental di tiga besar. Tapi mungkin karena mereka paling tinggi di antara yang lain, akhirnya menjadi Puteri Indonesia atau Miss Universe Indonesia.

Puteri Indonesia Pariwisata selalu Jago Entertaining

Jihane Almira (PI Pariwisata 2020)

Beberapa pemenang Puteri Indonesia Pariwisata mempunyai latar belakang sebagai artis sebelum mereka terpilih. Misalnya seperti Ayu Pratiwi (Runner Up II Puteri Indonesia 2009) adalah pemain FTV ‘Kiamat Sudah Dekat’ di tahun 2003 sebelum dijadikan sinetron dan dimainkan oleh Zaskia Adya Mecca. Begitu pula dengan Nadya Mulya di PPI 2004. Paling terbaru adalah Karina Nadila (PI Pariwisata 2017) dan Jihane Almira (PI Pariwisata 2020) yang telah malang melintang di layar lebar dan layar kaca.

Namun bila tak ada kalangan artis di tiga besar, pemanang adalah yang paling jago mingle dan ramah. Misalnya seperti Wilda Situngkir (PI Pariwisata 2018) dan Cok Istri Krisnanda Widani (PI Pariwisata 2013).

Kini Pageant Lovers sudah bisa memprediksi siapa yang akan menjadi Puteri Indonesia dilihat dari kriteria-kriteria di atas meski tak semuanya benar.**

Baca: Beauty Camp, Industri di Kontes Kecantikan

Spread the love