081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Kenali Modus Penipuan Cybercrime dan Pencegahannya

Kenali Modus Penipuan Cybercrime dan Pencegahannya

Haidiva.com- Maraknya cybercrime atau kejahatan siber dalam bentuk penipuan masih menjadi permasalahan serius. Data dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mencatat bahwa dari tahun 2017 hingga 2022 terdapat sebanyak 486.000 laporan tindak pidana informasi dan transaksi elektronik. Dari jumlah 486.000 laporan tersebut, jenis fraud yang mendominasi adalah penipuan transaksi daring dengan jumlah kurang lebih 405.000 laporan.

Sebagai solusi, pengetahuan tentang berbagai bentuk penipuan menjadi sangat penting untuk mencegah Kamu menjadi korban selanjutnya. Ada beberapa jenis penipuan siber yang perlu Kamu kenali. Misalnya malware adalah perangkat lunak yang berbahaya yang dapat merusak atau mencuri data dari perangkat. Malware dapat menyebar melalui berbagai cara, termasuk melalui tautan yang diklik, lampiran email, atau file yang diunduh dari sumber yang tidak tepercaya.

Masalah lain seperti phishing. Phishing adalah penipuan yang dilakukan dengan menyamar sebagai individu atau organisasi yang kredibel untuk mendapatkan informasi pribadi Kamu, seperti nama pengguna, kata sandi, atau informasi kartu kredit. Phishing dapat dilakukan melalui email, telepon, atau pesan teks.

Voice phishing (vishing) adalah penipuan yang dilakukan melalui telepon. Penipu akan meneleponmu dan mengaku sebagai perwakilan dari perusahaan atau organisasi yang kredibel. Mereka mungkin akan memintamu untuk memberikan informasi pribadi atau melakukan pembayaran.

Baca juga: Waspadai investasi bodong tips sebelum investasi

Sms phishing adalah penipuan yang dilakukan melalui pesan teks. Penipu akan mengirimi Anda pesan teks yang tampak seperti dari sumber yang kredibel. Pesan tersebut mungkin akan meminta Kamu untuk memberikan informasi pribadi atau melakukan pembayaran. Untuk itu, Kamu perlu tahu cara menghindari penipuan siber

Berikut adalah beberapa cara untuk menghindari penipuan siber:

Hindari klik tautan atau mengunduh file yang tidak dikenal

Woman using her Mobile Phone, Night Light Background

Jika Kamu menerima tautan atau file dari seseorang yang tidak Anda kenal, sebaiknya jangan klik tautan tersebut atau mengunduh file tersebut. Berhati-hatilah saat memberikan informasi pribadi di internet. Jangan pernah memberikan informasi pribadi seperti nama pengguna, kata sandi, atau informasi kartu kredit kepada orang yang tidak Kamu kenal.

Gunakan kata sandi yang kuat dan unik untuk setiap akun. Kata sandi yang kuat harus terdiri dari setidaknya 12 karakter dan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Aktifkan autentikasi dua faktor (2FA) untuk akun. 2FA akan menambahkan lapisan keamanan tambahan ke akun dengan memintamu untuk memasukkan kode yang dikirim ke perangkat sebelum Kamu dapat masuk.

Pembaruan perangkat lunak sering kali menyertakan perbaikan keamanan yang dapat membantu melindungi Kamu dari serangan malware.

Baca juga: Hadapi inflasi meroket lewat ekonomi digital ini caranya

Perhatikan kode QRIS

Perhatikan nama merchant yang tertera pada kode QRIS. Pastikan nama merchant tersebut sesuai dengan nama merchant yang sebenarnya. Jangan melakukan pembayaran melalui kode QRIS yang mencantumkan tautan URL yang dipersingkat. Tautan URL yang dipersingkat dapat mengarahkan Anda ke situs web yang berbahaya.

Cermati fisik poster kode QRIS yangKamu gunakan. Pastikan tidak ada stiker tambahan yang ditempel pada kode QRIS.

Update antivirus

Gunakan perangkat lunak antivirus dan anti malware yang terbaru dan selalu update. Jangan membuka tautan atau lampiran email dari orang yang tidak Kamu kenal. Berhati-hatilah saat menggunakan Wi-Fi publik. Jangan pernah memberikan informasi pribadi Anda kepada orang yang tidak Kamu kenal.

Semoga informasi ini bermanfaat. Dengan mengetahui berbagai bentuk penipuan siber dan cara menghindarinya, Kamu dapat melindungi diri dari menjadi korban penipuan. Penting untuk selalu berhati-hati dan waspada saat menggunakan internet.

Spread the love