Etika Sebelum Berbelanja Produk Fashion

Etika Sebelum Berbelanja Produk Fashion

Haidiva.com-Penting, jadilah pembeli yang baik. Sekadar mengingatkan, ada rantai distribusi barang fesyen dari produsen hingga sampai di tanganmu. Ada orang-orang yang tak bisa cuti atau libur di tengah wabah covid-19 agar baju yang kamu beli sampai dengan selamat. Jadi, pelajari etika berbelanja sebelum kamu mulai singgah ke aplikasi online untuk membeli baju favoritmu.

Sebelum berbelanja, pastikan berbelanja di merek atau brand yang mempertimbangkan dampak produksinya terhadap manusia, makhluk lain, atau lingkungan di planet bumi ini. Pilih pula merek yang memperlakukan kayawannya dengan baik seperti upah layak, jam kerja tepat waktu, tempat kerja aman, dan tunjangan kesehatan yang layak.

Dikutip dari Federasi Serikat Pekerja Tekstil Sandang dan Kulit, 80 persen pekerja di industri fashion adalah perempuan. Jadi penting bagi kita sebagai pelanggan untuk memilih produk yang berasal dari perusahaan ramah terhadap buruh perempuan. Tak hanya upah layak dan jam kerja pasti, hak lain seperti hak cuti haid dan melahirkan, ruang laktasi, dan lain sebagainya patut menjadi pertimbangan konsumen sebelum membeli.

Baca: Eksploitasi Buruh di Pabrik Es Krim Aice menurut Komnas Perempuan

“Ada brand yang memproduksi barangnya dengan memperhatikan lingkungan, fokus pada pengurangan jejak karbon, menjaga pasokan air bagi masyarakat sekitarnya. Tapi ternyata mereka membayar buruhnya dengan murah dan mengabaikan keselamatan kerja,”kata Rebecca van Bergen, pendiri organisasai nirlaba Nest, dikutip dari Cosmpolitan.com

Artinya, kita sebaiknya tak memilih brand yang hanya fokus pada lingkungan saja, atau fokus pada hak pekerja saja. Diva, ingat, kamu mesti memilih keduanya!

Untuk merek internasional, sebenarnya ada tanda yang menjadi sertifikasi bahwa perusahaan mereka menjalankan bisnisnya dengan etika. Logo B-corp adalah sertifikasi yang menilai ketat dampak perusahaan tak hanya terhadap pekerja dan lingkungan tetapi juga pelanggan. Sedangkan GOTS, meruapakan sertifikasi untuk perusahaan yang menggunakan 70 persen bahan organik dan menyediakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi karyawan.

Sedangkan Fair Trade USA berarti melindungi semua pekerja di tingkat rantai pasokan dan memberi insentif untuk masyarakat di sekitar pabrik, serta menghasilkan produk yang ramah lingkungan. Ada pula logo Nest yang berarti memastikan kesejahteraan pekerja di semua rantai pasokan produk karena banyak pengrajin fesyen yang bekerja di rumah mereka sendiri.

 Lantas, bagaimana dengan produk di Indonesia yang belum banyak mencantumkan logo? Kamu bisa memastikan di media perusahaan tentang budaya kerja di sebuah brand fashion sebelum membelinya. Jika masih ragu, beli merek lokal dari label yang lebih kecil. Industri mikro dan kecil biasanya mempunyai interaksi karyawan yang lebih baik dibandingkan pabrik.

Atau, tak ada salahnya kamu membeli kain sendiri dan menjahitkan ke pengrajin rumahan agar dapur mereka tetap mengepul selama pandemi covid-19.

Spread the love