081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Mengapa Film India Gelapkan Kulit Pemain saat Perankan Tokoh Miskin?

Mengapa Film India Gelapkan Kulit Pemain saat Perankan Tokoh Miskin?

Haidiva.com-Industri film Bollywood di India terkenal dengan para pemainnya yang cantik, kisah yang dramatis, lagu mendayu, dan tarian energik. Namun di lain itu, mereka juga sering melakukan brownface untuk pemerannya. Alih-alih mengambil pemain yang benar-benar mempunyai kulit gelap, Bollywood memilih pemain berkulit putih dan menggelapkannya agar sesuai dengan karakter cerita. Di sisi lain, kulit yang coklat gelap selalu digambarkan dari kelompok miskin, tak rupawan, atau bahkan tokoh antagonis.

“Ini sebenarnya rasisme,” kata sutradara film Neeraj Ghaywan seperti yang dikutip dari CNN.

Praktik ini terjadi di industri pertunjukan abad ke-19 ketika para pemain kulit putih menggunakan riasan hitam untuk menggambarkan minoritas maupun peran antagonis. Praktik Blackface sempat disindir di film Tropic Thunder di mana Robert Downey Jr berperan sebagai aktor kulit putih langganan Oscar bernama Kirk Lazarus yang rela menghitamkan kulit dan mengeriting rambut agar bisa tampil sebagai tentara kulit hitam yang temperamental. Lazarus kemudian menyadari, tampilannya sangatlah rasis.

Baca: Tren Kecantikan Tak Lagi Kulit Putih

Begitu pula dengan film India, beberapa tokoh menggelapkan kulitnya agar bisa memainkan tokoh miskin di film. Contoh film tahun 2019 yang berjudul ‘Bala’, aktris Bhumi Pednekar berperan menjadi Latika Trivedi, gadis yang mempunyai kulit gelap dan terobsesi mempunyai kulit putih. Bhumi menghitamkan kulitnya agar bisa bermain di film tersebut.

Dikutip dari CNN, sutradara Amar Kaushik mengatakan sebenarnya berencana memilih aktor  yang benar-benar berkulit hitam untuk peran Latika Trivedi. Namun akhirnya ia memilih Bhumi karena dianggap berakting baik.

Kasus lain seperti Film Super 30 yang dimainkan Hrithik Roshan. Aktor ini sampai menggelapkan kulitnya agar bisa masuk ke karakter Anand Kumar, seorang jenius matematika yang lahir dari keluarga sederhana. Hal yang serupa dilakukan oleh Ranveer Singh saat berperan di Gully Boy. Ia juga menggelapkan kulitnya untuk menampilkan tokoh yang berasal dari kalangan miskin. 

Menurut sosioloh dari Institue of Economic Growth di Delhi, Sanjay Srivastava, kulit yang gelap untuk tokoh miskin berkaitan dengan kasta dan dampak kolonialisme di India. Sepanjang peradaban di India, dari yang kuno hingga penjajahan Inggris, kulit gelap bianya menduduki kasta terendah dan posisi kelas bawah.

“Gelap berarti buruh kasar, pekerja di bawah sinar matahari. Sementara kulit terang adalah tanda dia bangsawan. Apalagi, penjajah Inggri semuanya mempunyai kulit yang pucat,” kata Sanjay.

Sanjay mengatakan praktik ini harusnya dihentikan setelah India merdeka. Industri Bollywood sebaiknya menggambarkan lakon yang lebih plural dan tak melanggengkan stigma bahwa berkulit gelap itu rendah. Sanjay menuturkan film India yang seperti ini, ditambah dengan para aktor-aktris yang banyak menjadi bintang iklan produk pencerah kulit, menyebabkan anak-anak India tak bangga dengan kulit aslinya.

Hal ini dibenarkan olah pakar kecantikan Sujata Chandrappa mengatakan banyak kliennya yang menginginkan kulit yang lebih putih. Sujata menolak permintaan klien yang menginginkan kulit lebih putih, dia hanya melayani pasien yang ingin kulitnya sehat.

“Saya merasa rasisme tidak dapat diterima meskipun mungkin mereka tak bermaksud rasis, hanya ingin kulit putih,” pungkas Sujata.**

Spread the love

2 thoughts on “Mengapa Film India Gelapkan Kulit Pemain saat Perankan Tokoh Miskin?

  1. Kata Michelle Obama soal Kasus George Floyd
    June 2, 2020 at 1:11 pm

    […] Baca: Alasan Film Bollywood India Gelapkan Kulit Pemainnya […]

  2. Sushant Singh dan Daftar Artis India yang Tewas Bunuh Diri
    June 20, 2020 at 10:50 pm

    […] Baca juga: Alasan  Film India Gelapkan Kulit Pemain […]

Comments are closed.