Bisnis Kecantikan, Mandirikan Perempuan Pakistan

Bisnis Kecantikan, Mandirikan Perempuan Pakistan

Haidiva.com-Shameelah Ismail punya rencana yang indah. Ia adalah pakar kecantikan yang mempunyai latar belakang pendidikan di bidang bisnis. Ia melihat betapa buruknya kehidupan pekerja kecantikan di negaranya, Pakistan. Meskipun mereka terampil, para kapser, make up artist, dan pekerja kecantikan lain di Pakistan banyak yang buta huruf dan berpenghasilan rendah.

“Mereka juga sering dieksploitasi oleh pemilik salon lewat upah murah, jam kerja yang kelewat panjang,”kata Shameelah seperti yang dikutip dari Marieclaire. Ia ingin memutur rantai eksploitasi ini.

Shameelah ialah perempuan berusia 43 tahun yang memulai bisnis kecantikan berbasis rumahan di Lahore bersama saudara perempuan, saudara laki-laki, dan seorang teman perempuan. Ia dan timnya sering mengalami skeptisisme atas kemampuan melawan dominasi industri besar di bidang kecantikan.

Pada musim gugur 2016, timnya meluncurkan produk bernama GharPar yang dalam Bahasa Urdu berarti ‘di rumah’. Produk ini merpakan platform pemesanan layanan kecantikan yang datang ke rumah. Awalnya, Shameelah dan timnya merogoh koceknya sendiri untuk membuat aplikasi ini. Kemudian, GharPar bekerja sama dengan lembaga keuangan mikro untuk memberikan pinjaman kepada mitranya agar dapat membeli perlatan kecantikan yang mereka butuhkan.

Shameelah Ismail

Baca: Startup Usaha Sosial yang Didirikan Perempuan Indonesia

Modal awal yang diberkan sekitar USD 162 per orang. Dari uang ini, para mitra bisa membeli peralatan bahan-bahan kecantikan untuk melayani jasa potong dan mengecat rambut, manikur, pedikur, pijat dan spa, waxing, hingga layanan kecantikan sebelum menikah.

Layanan GharPhar untuk para perempuan menengah dan menengah ke atas dengan harga rata-rata 20 persen lebih murah daripada pergi ke salon kelas menengah. Namun, para mitra mereka membawa 70 persen pendapatan yang diterima dari pelanggan. Pendapatan ini tentunya lebih tinggi dibandingkan ketika menjadi kapster atau pegawai salon

“Kami juga memberikan insentif bagi para mitra bila pendapatan melebihi target. Kami ingin mereka mandiri secara ekonomi,” kata  Arooj Ismail, saudara perempuan Shameelah yang menjadi Kepala Pemasaran GharPhar.

Sebelum bergabung, para mitra mengikuti banyak kursus yang disediakan GharPar secara gratis. Tak hanya tentang layanan kecantikan, tetapi juga literasi digital dan manajemen keuangan. Sampai saat ini, GharPar telah memiliki 150 mitra profesional kecantikan dan 30 ribu perempuan yang berlangganan aplikasi ini. Layanan ini sementara memang masih menjangkau Lahore, Rawalpindi, dan Islamabad, akan ada peluncuran layanan di tiga kota baru dalam waktu dekat.

Para penyedia layanan kecantikan sebelumnya hanya mendapatkan upah USD 114 per bulan sekitar Rp 1,6 juta. Dengan GharPhar, mereka rata-rata menghasilkan lebih dari tiga kali lipat pendapatan sebelumnya. Lewat manajemen keuangan yang telah diajarkan, mereka mempunyai kendali atas uangnya sendiri. Dampak turunan lainnya, para perempuan ini mempunyai posisi yang setara di rumah tangga dan tak lagi mengalami tekanan dari laki-laki.

“Kami membawa seluruh keluarga keluar dari kemiskinan dan menjadikan perempuan terampil dan lebih mandiri,” kata Shameelah.**

Spread the love