081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Ciri Orang Kaya Lama Menurut Novel Crazy Rich Asians

Ciri Orang Kaya Lama Menurut Novel Crazy Rich Asians

Haidiva.com-Buku Crazy Rich Asians karya Kevin Kwan menjadi salah satu novel terlaris di dunia. Serial yang menceritakan tentang ulang keluarga Asia yang kaya raya ini memang renyah dan enak dibaca. Kevin sendiri mengatakan kalau kisah tersebut memang fiktif tapi terinspirasi di dunia nyata.

Serial Crazy Rich Asians terdiri dari tiga buku. Setelah meluncurkan buku pertama berjudul Crazy Rich Asians di tahun 2013, Kevin meneruskan dengan ‘China Rich Girlfriend’ di tahun 2014 dan ‘Rich People Problems’ di tahun 2015.

Dalam ketiga buku tersebut, diceritakan tentang orang kaya lama dan orang kaya baru. Tingkah laku OKB dianggap luar biasa norak oleh orang kaya lama. Berikut ciri orang kaya lama menurut novel Crazy Rich Asians.

Tidak terlalu menyukai spotlight

Keluarga Wonowidjojo, pemilik Gudang Garam Group, jarang terekspos media (Ilustrasi, Bisnis.com)

Di film, Rachel Chu tahu kalau kekasihnya Nick Young kaya dari google dan temannya Peik Lin yang OKB. Tapi di novelnya, Rachel sejatinya tak tahu sampai dia diajak ke rumah neneknya Nick di Tyersall Park.

Baca juga: Skandal Lotte Group, keluarga kaya raya di Korea

Keluarga Young dan kerabatnya memang terkenal tertutup dan jauh dari spotlight media massa. Keluarga Leong, menantu nenek Nick, diceritakan mempunyai saham terbesar di jaringan media massa Singapura dan menguasai tambang serta perkebunan sawit terbesar di Asia Tenggara.

Namun, mereka tak pernah muncul di media massa. Bila ada isu pribadi di luar kinerja korporasi mereka, paman Nick yaitu Harry Leong akan segera menurunkan berita dengan memborong semua media cetak atau menghapus kabar di media online.

Membelanjakan uang di barang bernilai tinggi

Lukisan Dinasti Qing

Astrid Leong berani menawar gulungan lukisan Cina klasik ‘The Palace of Eighteen Perfections’ dengan harga US$ 96 juta atau Rp 1,3 triliun meski akhirnya kalah karena ada yang menawar hingga US$ 105 juta. Harga itu dianggap sepadan dengan karya seni yang dibuat pada Dinasti Qing.

Setelah gagal menawar, Astrid menghibur diri dengan makan di tempat waralaba menggunakan kupon diskon. Nah, orang kaya lama menurut Kevin Kwan tahu bagaimana cara membelanjakan uang dengan bijak. Mereka tak akan menghamburkan uang untuk hal yang tak punya nilai investasi.

Baca juga: Tips Tatyana Bakalchuck jadi perempuan terkaya di dunia

Meski demikian, bukan berarti mereka tak suka dengan barang mewah. Orang kaya lama tetap menyukai tas mewah atau gaun rancangan desainer dunia yang dibuat hanya khusus untuk mereka. Namun, mereka menggunakannya sesuai fungsinnya bukan untuk pamer di media sosial.

Diketahui kaya dari pihak lain

Fransiscus Weilrang, Direktur Indofood sekaligus menantu keluarga Salim

Orang kaya lama tak perlu gembor-gembor menunjukkan pada dunia bahwa mereka benar-benar kaya. Kita kebanyakan tahu mereka kaya dari pihak lain yang terpercaya seperti Forbes, atau justru berita saham perusahaan yang melonjak tinggi.

Adik nenek Nick, Alfred Shang, layaknya Bob Sadino yang sehari-hari menggunakan celana kain kuno dan kaos Polo. Ia sering diremehkan oleh OKB karena gaya penampilannya itu. Namun OKB itu terpaksa gigit jari karena koki restoran elit malah lebih suka melayani Alfred daripada dia yang berpakaian mewah.

Di media sosial orang kaya lama biasanya lebih suka menunjukkan aktivitas menyenangkan daripada pameran barang mewah. Memancing di tempat sepi seperti ayah Nick atau aktivitas yoga ala Araminta Lee.

Baca juga: Pengusaha perempuan yang pimpin perusahaan terbaik versi Forbes

Tak alergi barang murah

Bambang Hartono, pemilik BCA dan Grup Djarum, makan di restoran tahu langganan

Menjadi kaya bukan berarti menghindari barang murah, mereka mau menjadi pelanggan setia asal barang tersebut memang berkualitas. Misalnya saja Bao Goliang, ibu tiri Rachel Chu yang merupakan pemilik perusahaan farmasi nomor 1 di Cina lebih memilih naik kelas ekonomi padahal bankir pribadinya naik kelas eksekutif di pesawat yang sama.

Astrid Leong suka berjalan-jalan dengan kaos jumputan Bali yang ia beli di kaki lima Ia memadupadupadankan kaos itu dengan sepatu bermerek dan gelang kuno pemberian neneknya. Tetap saja, orang mengira kaos tersebut mahal dan buatan desainer ternama.

Mereka rela makan di warung pinggir jalan selama rasanya otentik. Jadi tak harus memakai barang mahal untuk menunjukkan seberapa kaya dirimu.

Punya yayasan amal atau pemberdayaan masyarakat

Veronica Colondam, istri dari bos Bali Group ini punya yayasan di bidang pendidikan vokasi untuk masyarakat miskin

Orang kaya lama di Crazy Rich Asians rata-rata mempunyai yayasan amal atau pemberdayaan masyarakat. Mereka menjadi pendiri organisasi baru atau dewan penasihat yayasan lama. Keluarga Leong mempunyai yayasan di bidang seni dan budaya yang mendanai pertunjukan dan konservasi barang-barang seni.

Baca juga: Lawan Covid-19, artis ini sumbang miliaran rupiah

Keluarga Poon fokus pada penyediaan air bersih dan sanitasi serta rutin menyelenggarakan pengumpulan dana untuk masyarakat miskin. Meski malam penggalangan dana menjadi arena jor-joran sumbangan dan pamer fashion terselubung.

Yayasan amal itu menjadi salah satu cara orang kaya lama beribadah di tengah kesibukan urusan duniawi. Mereka tak segan memberikan zakat atau persepuluhan untuk tempat ibadah sehingga pemimpin keagamaan menjadi guru spiritual setia mereka.

Pertemanan yang tertutup

Kelompok sosilita dan pengusaha perempuan (instagram.com/liliana_tanoesoedibjo)

Orang kaya lama mempunyai perkumpulan yang tertutup. Orang kaya baru sulit menembusnya dan perlu bertahun-tahun. Perkumpulan itu bisa berupa kelas doa bersama, arisan, maupun olahraga bersama. Untuk melakukan pertemuan, mereka mem-booking satu tempat khusus yang tertutup.

Bila ada anggota baru yang ingin masuk, orang kaya ini harus meminta izin ke seluruh anggota lama ataupun ketua pertemanan. Bila tidak, tak hanya calon anggota baru saja yang dilarang masuk tetapi ia juga bisa didepak dari pertemanan.

Seperti Evangeline de Ayala yang didepak dari Locke Club, klub makan Hongkong paling eksklusif, setelah mengajak Kitty Pong bergabung. Penyebabnya, Kitty Pong yang OKB dianggap mencuri spotlight di malam amal dengan mengumumkan sumbangan miliaran secara terbuka tepat saat tuan rumah menium kue ulang tahun. Evangeline tak hanya kehilangan keanggotaan Locke Club tetapi juga akses ke beberapa rumah makan elit.

Spread the love