Benarkah Boba Berbahaya?

Benarkah Boba Berbahaya?

Haidiva.com-Panas-panas di Surabaya, paling enak minum es manis. Es bubble tea yang manis dengan boba yang kenyal. Rasanya bikin ketagihan. Tapi Diva, tahukah kamu ada bahaya di balik rasa manis kenyal menyegarkan itu? Yak, gangguan pencernaan!

Dikutip dari Straitstimes, seorang gadis remaja  14 tahun di Tiongkok  dilarikan di rumah sakit karena sembelit dan sakit perut selama lima hari. Setelah diperiksa,  perutnya banyak boba yang tak bisa dicerna. Dia terpaksa minum obat pencahar agar penderitaanya berakhir.

Bubble Tea

Boba memang berbahaya karena sulit dicerna bila dikonsumsi secara berlebihan. Penyebabnya, boba dibuat dari tepung kanji dan gula.

“Tapioka mengandung pati resisten yang tidak dapat dicerna tubuh,” demikian penjelasan laman Healthline.

Selain itu tentunya, bubble tea yang diisi susu, gula, dan boba ini bisa menyebabkan obesitas. Segelas bubble tea mengandung 400-540 kalori. Padahal, rata-rata perempuan Indonesia hanya membutuhkan 1200 kalori per hari sementara laki-laki sedikit lebih banyak sekitar 1500 kalori.

Banyak banget kan? Kita perlu mengurangi porsi makan di jam lain agar perut tak lekas membuncit. Kalau tidak, boba bisa menyebabkan obesitas dan berbahaya bagi kesehatanmu.

Tapi ada solusi bagi kamu yang sulit lepas dari boba tapi tak ingin obesitas. Pilih ukuran gelas paling kecil saat mengonsumsi bubble tea. Gunakan susu biasa, hindari krim atau kenal manis untuk mengurangi jumlah kalori. Banyak makan buah dan sayur agar tak sembelit. Dan jangan lupa, rutin hitung kalori dan berolahraga. (ndr)

Spread the love