Tak Selalu Buruk, Sisi Positif Panjat Sosial

Tak Selalu Buruk, Sisi Positif Panjat Sosial

Haidiva.com-Social climber alias panjat sosial (pansos) menjadi istilah lazim yang diucapkan kepada orang yang dianggap cari perhatian atau yang tiba-tiba mendekat dengan pesohor. Di era serba digital ini, banyak cara mudah dilakukan untuk menarik perhatian netizen.

Pertanyaanya, apakah melakukan panjat sosial adalah sesuatu yang buruk?

Jazz Johnson dan Dirk Wittenborn, penulis buku The Social Climber Bible, menjelaskan fenomena panjat sosial dengan perspektif berbeda. Mereka mengatakan bahwa fenomena ini sudah ada sejak dulu dan memegang peranan penting bagi evolusi manusia.

sehatq.com

“Siapa pun yang mengaku tidak pernah mencoba meningkatkan kedudukan mereka di dunia lewat berteman dengan seseorang yang bisa membawa mereka meraih posisi tertentu, kami jamin itu adalah suatu kebohongan,” tulis Johnson dan Wittenborn kompak.

Namun yang perlu diingat, kata mereka, pansos akan berbalik dilakukan terhadap kita oleh orang yang posisinya di bawah. Namun yang perlu diingat, kita perlu merancang strategi saat melakukan pansos agar tak terlihat ambisius. Caranya ialah dengan meningkatkan kemampuan dan rekam jejak kita.

Cara lain, menurut psikolog Tara de Thouars, kita harus tahu kapan berhenti berusaha menembus batas yang bila terus dilakukan akan menjerumuskan kita ke hal yang lebih destruktif. Seperti ketika panjat sosial malah membuat kita mengalami depresi, kehabisan uang, mendapatkan hujatan yang berlebihan, dan lain sebagainya.

“Yang berbahaya ialah saat social climber sangat ingin mencapai keinginannya, mulai merugikan diri sendiri dan orang lain, sampai ia tak bisa berdamai dengan diri sendiri sehingga menjadikannya depresi,” kata Tara seperti yang dikutip dari Majalah Elle Indonesia.**

Spread the love

3 thoughts on “Tak Selalu Buruk, Sisi Positif Panjat Sosial

Comments are closed.