Saat Gajimu Lebih Tinggi daripada Pasanganmu?

Saat Gajimu Lebih Tinggi daripada Pasanganmu?

Haidiva.com-Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan terjadi ketimpangan gender terkait gaji laki-laki dan perempuan. Dia mengatakan, gaji perempuan 32 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki dengan posisi yang sama.

Namun setidaknya, emansipasi memberikan kesempatan bagi perempuan untuk mendapatkan pekerjaan dan penghasilan yang layak. Namun ketika perempuan mendapatkan posisi jabatan dan gaji yang lebih besar daripada pasangan, bagaimana laki-laki dan perempuan mesti bersikap?

Menurut pakar psikologi dari University of Texas, Aaron Rochlen, laki-laki memang cenderung mempunyai naluri untuk mengambil posisi sebagai decision making dan breadwinner, sebab ini menjadi kepuasan emosional laki-laki. Namun nyatanya, bukan berarti perempuan dilarang menahan mimpi besarnya.

Menurut Kolumnis New York Magazine, Maureen O’Connor, menulis dalam artikelnya bahwa jika perempuan ‘kuat’ mencari laki-laki yang lebih ‘kuat’, maka akan mengalami krisis jodoh. Jadi, pilihannya adalah membuka peluang untuk yang kekuatannya sama atau lebih rendah.

“Pilihlah pasangan yang saling mengisi dan menghargai tanpa saling mengecilkan satu sama lain,” kata Connor.

Seimbang antara suami dan istri bukan berarti porsi yang sama. Bila pendapatan istri lebih besar, kata Connor, bukan berarti perempuan harus mengurangi pendapatan dan melewatkan kesempatan untuk meraih posisi yang tinggi. Begitu pula untuk laki-laki yang pendapatannya lebih rendah, laki-laki tak perlu merasa rendah diri melihat kesuksesan pasangannya.

Haidiva memberi tips agar meminimalisir masalah terkait besaran gaji suami istri

Pembagian Tanggung Jawab Pengeluaran

shutterstock.com

Agar suami tidak merasa rendah diri, perlu ada tanggung jawab terkait siapa yang bertanggung jawab pengeluaran. Misalnya terkait konsumsi bulanan, dan pendidikan anak ditanggung oleh pihak yang gajinya lebih kecil. Sementara cicilan KPR dan investasi berada di tanggungan gaji yang lebih besar. Dengan demikian, kedua belah pihak merasakan bertanggung jawab untuk pengeluaran tertentu.

Domestik dan Publik Ditanggung Bersama

depositphotos.com

Perempuan tak perlu menanggung beban ganda sebagai pencari uang dan pengelola rumah tangga sendirian. Pasutri bisa mengerjakan bersama ranah domestik dan publik secara adil. Sekali  lagi adil bukan berarti sama besarnya tetapi sesuai keahlian.

Bila suami lebih pintar memasak, tak ada salahnya tanggung jawab diserahkan kepada pihak laki-laki. Peralatan elektronik seperti mesin cuci, vacuum cleaner, dan lain sebagainya memudahkan pasangan untuk mengerjakan tugas domestik tanpa harus berakhir pertengkaran. Kuncinya adalah efektif dan efisien secara waktu dan biaya.

Evaluasi di Sela Aktivitas Santai

shutterstock.com

Duduk sejenak, berbincang lebih dalam untuk mengevaluasi hubungan diperlukan setiap bulan. Keluarkan unspoken feeling alias unek-unek yang selama ini dipendam. Cari solusi bersama yang menguntungkan dua belah pihak.

Terpenting, Carilah Pasangan yang Menghargai Kesetaraan

freepik.com

Tips di atas tak akan berhasil bila kamu salah pilih pasangan. Pilih suami yang tidak cemas melihat pencapaian istri dan justru saling mendukung untuk meraih mimpi masing-masing. Namun di sisi lain, istri yang mempunyai pendapatan lebih tinggi harus mencegah arogansi muncul dalam dirinya dengan tetap mendengar pendapat suaminya.

So Diva, please dream big for your career and dream big for your love!**

Spread the love

1 thought on “Saat Gajimu Lebih Tinggi daripada Pasanganmu?

Comments are closed.