081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Retinol vs Retinoid, Perbedaan dan Mana yang Lebih Unggul?

Retinol vs Retinoid, Perbedaan dan Mana yang Lebih Unggul?

Haidiva.com-Retinol akhir-akhir ini sedang naik daun karena dianggap ampuh mengatasi noda bekas jerawat, flek hitam, sekaligus mengatasi penuaan dini. Retinol merupakan bagian dari retinoid. Ternyata, retinoid lain seperti tretinoin juga bisa digunakan sebagai skincare. Apa bedanya dan mana yang lebih unggul?

Diterjemahkan dari wawancara Marie Claire dengan dermatologis and co-founder 4.5.6 Melanin Skincare Dr. Carlos A. Charles, retinoid merupakan rangkaian bahan yang berasal dari vitamin A. Retinol adalah retinoid yang sering ditemukan dalam serum dan pelembab, dan dapat dibeli tanpa resep. Untuk manfaat yang lebih kuat dan cepat tapi hanya boleh dipakai sesuai resep dokter, retinoid.

Pengertian retinol dan retinoid

Retinol sebagai skincare (Istimewa)

Retinoid adalah zat aktif yang paling ampuh untuk mengobati jerawat dan berbagai masalah kulit seperti garis halus, memperbaiki tekstur kulit, dan menghilangkan tanda-tanda hiperpigmentasi. Ketika digunakan secara topikal, alias dioleskan sebagai obat, retinoid membantu meningkatkan pergantian sel kulit dan membangun kolagen, antara lain.

Baca juga: Rekomendasi skincare lokal dengan kandungan retinol

Dibanding retinoid, Charles mengatakan retinol kurang manjur dan memiliki lebih sedikit efek samping, tetapi membutuhkan waktu lebih lama dan penggunaan konstan untuk menunjukkan hasil. Bahan ini seringkali diformulasikan dengan bahan pelembab lain seperti asam hialuronat dan antioksidan untuk membuat serum, pelembab, dan masker yang ramah pengguna.

“Retinol dapat dimasukkan ke dalam rutinitas skincare pada berbagai periode waktu tergantung pada tujuan kulit seseorang secara keseluruhan,” kata Dr. Charles.

Waktu penggunaan retinol dan retinoid

Produk-produk lokal yang menggunakan retinol (Istimewa)

Charles merekomendasikan pasiennya untuk menggunakan retinoid sebagai perawatan kulit malam hari. Sinar ultraviolet tidak hanya meningkatkan sensitivitas kulit tetapi juga dapat membuat beberapa retinoid tidak aktif. Penggunaanya pun biasanya tidak tiap hari.

“Saya menyarankan pasien untuk menggunakan dengan ukuran kacang polong sekali atau dua kali seminggu pada waktu tidur selama tiga sampai empat minggu pertama sebelum secara bertahap meningkatkan frekuensi berdasarkan toleransi,” ujar Charles.

Baca juga: Cegah jerawat akibat pakai masker

Retinoid bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi. Karena itu, ia menyarankan pasien menggunakan pelembab lembut sebelum dan setelah menggunakan retinoid untuk mengurangi dampaknya. Sedangkan retinol, biasanya sudah dicampur sebagai pelembab krim pagi maupun malam sehingga iritasi bisa diminimalisir.

Dampak penggunaan retinol dan retinoid

Kulit dehidrasi, dampak penggunaan retinoid (istimewa)

Penggunaan retinoid berpotensi menyebabkan iritasi. Kamu pun juga tak bisa sembarangan mencampurkan retinoid dengan bahan aktif lain tanpa persetujuan dokter karena dapat meningkatkan tingkat sensitivitas kulit dan dapat menyebabkan dermatitis parah.

“Sebaiknya hindari produk perawatan kulit yang mengandung berbagai asam, benzoyl peroxide, dan agen topikal yang digunakan untuk mengobati hiperpigmentasi,” saran Dr. Charles.

Pemilik kulit sensitif juga dilarang menggunakan retinoid secara sembarangan. Dokter kulit biasanya akan memilihkan zat aktif lain untuk mengatasi flek hitam atau noda bekas jerawat pada pemilik kulit sensitif.

Baca juga: Kebiasaan buruk pakai skincare yang malah rusak kulitmu

Sedangkan efek samping retinol yang paling sering terjadi pada tahap awal penggunaan. Gejalanya berupa pengelupasan kulit, sensitivitas ringan, dan sesekali peningkatan aktivitas jerawat. Gejala ini cenderung mereda saat kulit terbiasa dengan retinol. Charles mengatakan butuh dua hingga tiga minggu untuk menyesuaikan kulit. Sekali lagi, gunakan retinol secara bertahap untuk meminimalkan efek samping.

Retinol vs Retinoid, sebaiknya yang mana?

(istimewa)

Retinoid adalah solusi tepat untuk memerangi jerawat, tekstur yang tidak rata, dan sangat cocok untuk kulitjika digunakan dengan benar. Jika kamu ingin melakukan perbaikan kulit yang meminimalisir efek samping tanpa bantuan dokte, mulailah dengan serum atau pelembab yang mengandung retinol dosis rendah (0,03 persen).

Jika Kamu berurusan dengan jerawat kronis yang lebih berat, bicarakan dengan dokter kulit untuk mengetahui apakah retinoid bisa dijadikan resep atau cukup retinol saja. Percayalah, perawatan kulit yang tepat mendukung kulitmu bebas masalah.

Spread the love