081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Pilih Takjil, Bahaya Makanan Manis Saat Berbuka Puasa

Pilih Takjil, Bahaya Makanan Manis Saat Berbuka Puasa

Haidiva.com– Berbukalah dengan yang manis. Idiom yang membuat kita memimilih takjil atau makanan pembuka bergula ini ternyata menyesatkan dan membahayakan. Minuman pertama saat berbuka puasa yang paling tepat adalah air putih penghilang dehidrasi.

Dikutip Sehatq, ini bahaya makanan manis saat berbuka dan sahur selama puasa.

Picu kenakan berat badan

Bahaya makanan manis bisa menyebabkan obesitas (istimewa)

Semakin banyak mengonsumsi makanan atau minuman yang tinggi gula, semakin banyak pula kalori yang diserap tubuh. Kelebihan 7.700 kalori menyumbang kenaikan berat badan 1 kg. Satu mangkok es teler menyumbang sekitar 500 kalori, belum ditambah nasi, gorengan, lauk pauk, dan lain sebagainya. Sementara tubuh saat tak banyak bergerak hanya membutuhkan kalori sebanyak 1200-1500 per hari.

Alih-alih menurunkan berat badan, terlalu banyak makanan manis saat berbuka dan sahur justru meningkatkan angka timbangan. Jadi, tiga butir kurma saja cukup untuk asupan gula sehari tak perlu ditambah makanan manis lainnya. Kamu tinggal mengonsumsi makanan banyak serat, protein, dan mineral saat berbuka puasa.

Kulit berjerawat

Makanan manis bisa memicu jerawat (istimewa)

Makanan kaya karbohidrat, termasuk makanan dan minuman manis akan memicu kenaikan kadar gula darah dan hormon insulin di tubuh. Hal ini membuat produksi hormon androgen meningkat, sehingga memicu minyak di wajah dan kemungkinan terjadinya peradangan. Ketiganya berperan pada peningkatan jerawat.

Baca juga: Menu diet sehat untuk yang berpuasa

Ganti nasimu dengan nasi merah yang kadar gulanya lebih rendah dan kaya serat. Saat memakan sup buah, hindari pemanis tambahan dari sirup, gula, atau susu. Rasa manis asli dari buah lebih baik dibandingkan legitnya sirup.

Picu penuaan dini

Makanan manis memicu penuaan dini pada kulit (istimewa)

Terlalu banyak makan manis dapat meningkatkan potensi penuaan dini karena gula akan menempel pada protein dalam darah. Protein yang bercampur dengan gula dapat menciptakan molekul yang dapat merusak kolagen. Rusaknya lapisan ini menyebabkan kulit tak elastis alias menjadi kendur atau keriput.

Risiko diabetes dan serangan jantung

Ingin jantung sehat, hindari makanan manis (istimewa)

Makanan manis dapat meningkatkan gula darah penyebab diabetes. Makanan ini juga memicu kadar kolestrol dan trigliserida yang menjadi risiko utama penyakit jantunng.

Selain itu, obesitas yang salah satunya karena makanan manis, kerap dikaitkan dengan aterosklerosis. Istilah tersebut mengacu pada tersumbatnya pembuluh darah jantung oleh lemak.

Baca juga: Bahaya boba bagi tubuh kita

Risiko gangguan ginjal

Bahaya makanan manis bagi ginjal (istimewa)

Terlalu banyak mengonsumsi manis menyebabkan ginjal bekerja lebih berat. Jika terus menerus bekerja tanpa henti, akan memicu kerusakan ginjal dan berkembang menjadi gagal ginjal.

Saat puasa, ginjal memang bisa beristirahat bekerja. Tapi ketika minuman manis langsung dikonsumsi saat berbuka puasa, ginjal akan kesulitan adaptasi. Bila tetap ingin merasakan yang manis, konsumsi makanan atau minuman itu paling terakhir.

Untuk mengatasi beberapa bahaya makanan manis saat berbuka puasa, pilah pilihlah takjil yang tepat. Buah-buahan bisa dimakan lebih awal sebagai takjil setelah minum air putih.

Spread the love