081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Pemerintah Arab Izinkan Perempuan Berhaji Tanpa Laki-laki

Pemerintah Arab Izinkan Perempuan Berhaji Tanpa Laki-laki

Haidiva.com-Pemerintah Arab Saudi memperbolehkan perempuan berhaji tanpa ditemani mahram laki-laki. Peraturan ini semakin menambah perubahan Arab yang semakin ramah terhadap perempuan. Keputusan tersebut membuat perempuan-perempuan semakin banyak yang mendaftar haji.

“Ketika ada kewajiban harus bersama mahram, kami sulit meminta mereka untuk pergi haji. Padahal kami bisa membuat keputusan sendiri,” kata Lina Mokhtar dikutip dari Wallstreetjournal.

Sebelumnya, perkara perempuan berhaji adalah urusan kolektif bukan pribadi. Perempuan tak boleh pergi selamaa tak ada mahram, atau kerabat laki-laki terdekat, maupun suami. Mereka harus menunggu ayah, saudara laki-laki, kakek, atau suami yang mau menemani mereka.

Baca juga: Arab Saudi wajibkan jamaah haji vaksin Covid-19

Bagi janda yang tanpa suami dan keluarga laki-laki, berhaji tentu menjadi sesuatu yang sulit. Padahal mereka juga mempunyai keinginan yang sama untuk beribadah.

Boleh berhaji berombongan

Meskipun ada perubahan resmi yang memungkinkan perempuan untuk hadir tanpa kerabat laki-laki, tidak semua bisa. Hanya perempuan yang pergi haji secara berombongan saja yang diizinkan. Perempuan yang berangkat sendirian tetap dilarang.

Semua perempuan peziarah harus pergi haji ditemani sesama perempuan atau dengan perusahaan tur. Perusahaan ini membantu mengatur pertemuan besar orang-orang yang melakukan berbagai ritual selama beberapa hari dan lokasi dengan lebih baik.

Baca juga: Tak hanya Jasmine-nya Aladdin, ini puteri Arab dobrak stigma

Angin perubahan mulai 2019

Perempua Arab di atas 21 tahun boleh menyetir (depositphotos)

Perjuangan perempuan Saudi bisa berhaji tanpa ditemani adalah proses yang panjang. Di sana, perempuan adalah kelas dua yang suaranya belum tak perlu didengar sungguh-sungguh. Pemerintah memenjarakan beberapa aktivis perempuan yang mengkritik kebijakan pemerintah terhadap hak-hak perempuan.

Mulai 2019, Pemerintah Arab Saudi mulai melonggarkan aturan terhadap perempuan. Otoritas mulai mengizinkan perempuan berusia di atas 21 tahun untuk bepergian ke luar negeri tanpa izin wali laki-laki. Pemerintah juga sebelumnya mencabut larangan mengemudi bagi perempuan.

Kemajuan bagi perempuan di Arab Saudi tidak berjalan mulus. Meskipun pemerintah telah melonggarkan undang-undang tertentu, mereka menghadapi tentangan dari beberapa bagian masyarakat konservatif negara itu yang menghindari perubahan apa pun terkait hak-hak perempuan.

Spread the love