Pekerjaan Terkeren di NASA Dijabat oleh Perempuan

Pekerjaan Terkeren di NASA Dijabat oleh Perempuan

Haidiva.com-Tak hanya astronot, banyak pekerjaan keren di Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika (National Aeronautics and Space Administration). Banyak orang yang ingin bergabung dengan NASA, entah warga Amerika sendiri atau asing. Nyatanya, NASA ternyata menerapkan budaya meritokrasi yang mengedepankan keahlian daripada faktor lain seperti jenis kelamin, suku, maupun usia.

Dikutip dari Marie Claire, berikut ini perempuan-perempuan NASA yang menduduki jabatan penting di institusinya.

Baca: Startup yang Dirintis Perempuan

Molly Wasser, Sang Suara Bulan

Conversations with Goddard – Molly Wasser

Perempuan usia 32 tahun ini ialah pemimpinan media digital untuk eksplorasi tata suara sehingga mendapatkan julukan ‘Suara Bulan’. Molly bertugas mengelola media sosial dan menjelakan pekerjaan NASA kepada khalayak awam dengan Bahasa yang mudah dimengerti. Dia mempunyai ide segar seperti mengajak masyarakat melihat bulan lewat twitter pada hari International Observe the Moon Night pada tanggal 26 September lalu. Caranya dengan mengetik #ObserveTheMoon. Ke depan, Molly berencana untuk mengenalkan hasil kerja NASA melalui TikTok atau Instagram.

Breanne Stichler, Si Sopir Roket

Breanne masih berusia belia, 22 tahun, namun ia telah menjadi insinyur mekanik yang mengemudikan Crawler-Transporter 2 NASA. Hanya ada 6 pegawai yang bertugas mengoperasikan alat seberat 6,6 juta pon atau 3,3 juta kg dengan luas seukuran lapangan basket, Breanne satu-satunya perempuan dari mereka. Hebatnya lagi, alat ini bertugas membawa roket NASA yang beratnya mencapai 18 juta pon, dari pabrik perakitan ke landasan peluncuran. Setiap kali bertugas, Breanne harus menyetir selama 8 jam di crawler way yang membuatnya harus berhati-hati agar tak menyenggol benda lain.

Melissa Jones, Spesialis Mudik ke Bumi

Melissa, 39 tahun, menjabat sebagai Direktur Pendaratan dan Pemulihan di NASA. Dia mempin 100 orang yang bertugas mengambil kapsul yang mendarat di bumi. Kapsul ini bisa jadi berawak ataupun tidak sehinga Melissa pula yang bertugas menjamin keselamatan astronot yang menumpangi. Kapsul masuk ke bumi dengan kecepatan 27 ribu mil per jam sebelum parasut memperlambatnya 20 mil per jam. Jika pendaratan sukses, kapsul akan tiba di lepas pantai San Diego, Samudra Pasifik, tempat Melisa dan anak buahnya telah menunggu. Namun bila tidak, artinya ada sesuatu masalah dan Melissa pula yang bertugas menentukan solusinya.

Sumara Thompson-King, Pengacara Luar Angkasa

Sumara adalah Chief  Legal Officer di NASA. Perempuan usia 61 tahun ini bertanggung jawab atas semua urusan hokum di seluruh dunia. Meskipun dia baru ditunjuk pada posisi ini pada tahun 2014, sejatinya, Sumara telah mewakili urusan hukum NASA selama 34 tahun lewat jalur eksternal. Mulai perkara remeh seperti hak cipta NASA yang dibajak hingga urusan kecelakaan satelit Apollo, Sumara yang menanganinya.

Baca: Atur Keuangan Freelancer

Selain mereka, masih banyak lagi perempuan yang menduduki posisi penting di NASA. Misalnya seperti Charlie Blackwell-Thompson (55 tahun) yang bertugas sebagai Direktur Peluncuran, Grace Fouglas (38 tahun) sebagai Kepala Divisi Teknologi Makanan, Aubrey Gemignani (41 tahun) sebagai fotografer angkasa, ataupun Alexandra Whitmire (45 tahun) sebagai peneliti psikologi manusia di NASA.

Artinya, bila diberi kesempatan yang sama, perempuan tak kalah hebatnya dengan rekan beda gender. Bagaimana dengan Indonesia?

Spread the love