081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Mengenal Kontes Kecantikan Dunia, Pageant Lovers Harus Tahu

Mengenal Kontes Kecantikan Dunia, Pageant Lovers Harus Tahu

Haidiva.com-Aktris Indonesia sekaligus Puteri Indonesia Pariwisata Jihane Almira Chedid berlaga di Miss Supranational. Kontes kecantikan ini terdengar awam bagi masyarakat Indonesia. Kebanyakan mereka hanya tahu ajang pageant dunia seperti Miss Universe atau Miss World.

Puluhan ajang pageant tingkat internasional telah diciptakan oleh berbagai dunia. Dikutip dari berbagai sumber, inilah beberapa kontes kecantikan dunia yang delegasi Indonesia pernah dikirim.

Miss Universe

Miss Universe 2020 Andrea Meza berfoto dengan Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi (AFP/ Getty Images / Rodrigo Varela / rdi )

Miss Unverse merupakan ajang kecantikan paling populer dunia, apalagi ketika masih di bawah naungan perusahan mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kontes ini pertama kali digelar pada tanggal 28 Juni 1952 untuk mempromosikan pakian renang dengan jenama ‘Catalina’. Karena itulah, bentuk tubuh menjadi elemen penting penilaian.

Tahun 1996 hingga 2015, Donald Trump memegang kepemilikan Miss Universe. Konon, Donald Trump ikut andil memilih para kontestan yang masuk 20 besar di luar andil para juri resmi. Karena itulah, banyak pemenang dari Amerika Latin yang sekilas mempunyai standar kecantikan layaknya Melania Trump, istrinya.

Baca juga: Veteran pageant yang menang di kontes kecantikan dunia setelah kalah di ajang lain

Setelah Miss Universe di bawah nauangan International Management Group–perusahaan di bidang kehumasan, penyelanggaran event, dan agensi bakat–, perlahan pemenang Miss Universe menampilkan kecantikan yang beragam. Tahun 2015, Miss Universe diraih oleh Pia Wurtzbach asli Filipina. Tinggi Pia tak sampai 170 cm, pilihan yang jarang terjadi di ajang pageant.

Miss Universe 2019 juga mendobrak konsep kecantikan yang biasanya berkulit putih, payudara besar, dan rambut panjang tergerai. Zozibini Tunzi dari Afrika Selatan nampak cantik dengan kulit gelap dan rambut bondolnya. Pantas saja, slogan Miss Universe sekarang adalah ‘Confidently Beautiful’.

Miss World

India paling banyak mempunyai pemenang Miss World, total ada enam.

Miss World adalah ajang kecantikan tertua di dunia yang diprakarsai oleh Eric Morley pada tahun 1951. Miss Universe memang lebih terkenal di Amerika dan Asia Tenggara. Namun untuk Eropa dan negara bekas jajahan Inggris, Miss World dianggap lebih bergengsi. Setelah Eric meninggal di tahun 2000, CEO Miss World beralih ke istrinya, Julia Morley.

Awalnya, Miss World juga menjadi ajang kecantikan dengan penampilan berbikini sebagai salah satu penilaian. Namun sejak tahun 2013 ketika diadakan di Indonesia, bikini diganti dengan baju renang onepieces dan ditambah sarung tradisional negara tuan rumah dari perut ke bawah.

Baca juga: Sejarah pageant di Indonesia, saat kecantikan diukur

Penilaian Miss World dianggap paling jelas dibandingkan kontes kecantikan dunia lainnya. Finalis yang memenangkan salah satu dari sembilan fast track events otomatis masuk ke dalam 25 besar. Sisanya diambil dari komulatif penilaian selama masa karantina dan event berlangsung.

Hampir semua pemenang Miss World adalah pemenang fast track events. Perwakilan Indonesia sendiri sering masuk ke babak final karena menang fast track ‘Beauty with a Purpose’, semacam berhasil menjalankan proyek pemberdayaan perempuan di negara asalnya. Idiom ‘Beauty with a Purpose’ merupakan semboyan dari Miss World.

Miss International

Kevin Liliana saat dimahkotai sebagai Miss International 2017

Miss International awalnya lahir di Amerika Serikat pada tahun 1960. Namun sejak tahun 1967, berpindah ke Tokyo Jepang. Kalau Miss Universe dikenal kecantikan sensual, Miss World dengan keanggunan, pemenang Miss International biasanya cantik lembut, dikenal kalem. Tak salah memang, karena motto mereka adalah ‘Love, Peace, and Beauty’.

Berhubung homebase ada di Jepang, kontestan Miss International diajak mempelajari budaya negeri tersebut. Mulai merangkai bunga atau ikebana, cara meminum teh, hingga wawancara di televisi nasional. Pemenang kontes ini sesuai konsep kecantikan perempuan Jepang yaitu Yamato Nadeshiko, lembut dan tekun.

Baca juga: Beauty camp, tempat belajar singkat para peserta pageant

Aspek penilaian selama karantina termasuk keaktivan partisipasi di event budaya Jepang hingga debat antar-peserta. Peserta dari Indonesia sendiri pernah meraih mahkota Miss International di tahun 2017. Kevin Liliana yang juga Puteri Indonesia Lingkungan terpilih

Miss Earth

Karen Ibasco,, Miss Earth dari Fililipina ke-empat saat dimahkotai di tahun 2017 (AP Photo/Bullit Marquez)

Rasanya kurang afdhol bagi negara penggila pageant bila belum punya ajang internasionalnya sendiri. Seperti Filipina yang akhirnya menggelar kontes kecantikan tingkat dunia di tahun 2001 dengan nama Miss Earth. Semboyannya adalah ‘Beauties for Cause’.

Karantina Miss Earth diisi dengan kegiatan bertema pelestarian lingkungan dan lomba untuk meraih medali. Namun berbeda dengan ‘Fast Track Event’ Miss World, mendapatkan medali di sub-event ajang ini sama sekali tidak mempengaruhi penilaian. Wakil Indonesia di tahun 2013, Nita Sofiani, meraih 7 medali tapi tidak lolos 20 besar.

Pemenang Miss Earth akan berkampanye menhenai pelestarian lingkungan dan tur ke negara-negara lain. Selama 19 kali diadakan, perwakilan Filipina sendiri telah menang 4 kali, serta back to back di tahun 2014 dan 2015.

Baca juga: Pageant lovers, fandomnya kontes kecantikan

Miss Supranational

Perwakilan Indonesia Jihane Almira memenangkan Best National Costume

Miss Supranation diprakarsai oleh World Beauty Association yang berpusat di Polandia. Ajang pageant ini pertama kali digelar pada tahun 2009 dengan pemenang dari Ukraina, Oksana Moria. Slogan Miss Supranational adalah ‘ Glamour, Fashion and Natural Beauty’.

Pemenang dari Miss Supranational biasanya dikenal sebagai perempuan cantik dan ramah. Indonesia sendiri langganan meraih Best Nastional Costume. Tercatat saat mengirim Lily Estelita Liana (2014), Gresya Amanda Maaliwuga (2015), WIlda Octaviana Situngkir (2018), dan yang terbaru Jihane Almira Chedid (2019).

Miss Grand International

Ariska Putri Pertiwi saat menang di Miss Grand International tahun 2016

Jangan salah sangka, Miss Grand International bukanlah pemilihan duta salah satu mall paling elit di Jakarta. Ini adalah kontes kecantikan yang berpusat di Bangkok, Thailand. Mempunyai slogan ‘Stop the War and Violence’, Miss Grand International mulai digelar sejak tahun 2013.

Melihat karantina, malam penobatan, dan pemenang Miss Grand International sekilas mirip dengan ajang Miss Universe di era Donald Trump. Atraktif dengan juara yang cantik elegan. Perwakilan Indonesia pernah menang di kontes pageant ini saat diwakili Runner-up IV Puteri Indonesia 2016 Ariska Puteri Pertiwi.

Spread the love