081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Review Film ‘Selesai’, Saat Cinta Berujung Salah

Review Film ‘Selesai’, Saat Cinta Berujung Salah

Haidiva.com-Dokter multitalenta Tompi kembali menghasilkan karya film setelah sebelumnya membuat ‘Pretty Boys’ di tahun 2019. Kali ini filmnya tentang perselingkuhan, tema yang sedang menjadi trend saat ini. Berjudul ‘Selesai’ dengan tagline ‘Saat Cinta Berujung Salah’, film yang dibintangi Gading Marten dan Ariel Tatum itu berakhir dengan ending menyesakkan bagi perempuan.

Film ‘Selesai’ bisa ditonton di Bioskoponline dengan cukup merogoh kocek Rp 40.000 langsung bisa ditonton bersama. Tapi ingat, film yang skenarionya ditulis Imam Darto ini hanya boleh ditonton bagi usia 18 tahun ke atas. Review Haidiva mengandung spoiler. Segera hentikan membaca ketika menuju topik kekurangan film tersebut.

Sinopsis film ‘Selesai’

Pertengkaran Broto dan Ayu

Film ‘Selesai’ berkisah tentang rumah tangga Broto (Gading Marten) dan Ayu (Ariel Tatum) yang tidak sedang baik-baik saja. Broto selingkuh dengan Anya (Anya Geraldine) selama dua tahun. Hingga akhirnya kemarahan Ayu meledak saat ia menemukan celana dalam bertuliskan nama ‘Anya’ di mobil suaminya.

“Cuma perek kos-kosan yang kasih nama celana dalamnya biar ga ketuker sama perek lain,” Ayu murka.

Baca juga: Mengapa drama atau film perselingkuhan disukai penonton perempuan?

Rumah tangga mereka pun di ujung tanduk. Ayu segera berkemas dan berniat pergi dari rumah. Broto menahan. Tapi belum sempat keluar rumah, tiba-tiba ibu mertua Ayu datang. Jelas, masalah mereka harus disembunyikan apalagi Ayu merupakan menantu idaman ibunya Broto.

Saking sayangnya dengan Ayu, ibu mertua menyalahkan Broto ketika rumah tangga mereka tak kunjung ada anak. Ayu dan Broto segera berakting seolah perkawinan mereka baik-baik saja.

Kondisi semakin runyam ketika perumahannya ada lockdown pandemi Covid-19. Mereka tak bisa keluar rumah, Ayu yang sumpek, Broto selalu berkelit dan mencari-cari kesalahan istri, Anya mendesak ingin bertemu, ibu mertua minta cucu.

Hal yang disukai dari film ‘Selesai’

Film ‘Selesai”, perselingkuhan Brota dan Anya

Bagian menarik dari film ‘Selesai’ adalah alur dan pembabakan padat yang membuat penonton tak bosan. Meski setting kebanyakan ada di dalam rumah, penonton dibawa mengikuti konflik-konflik yang muncul seperti antrian.

Baca juga: Review film Another of Child, anak jadi korban perselingkuhan

Jajaran pemain mempunyai akting yang pas. Gading berhasil membawakan Broto yang menyebalkan dan memantik hasrat ingin ‘nampol’ para perempuan. Aktor yang pernah mendapatkan Piala Citra ini bahkan bermain total sampai berani menunjukan pantatnya di depan kamera.

Akting Ariel Tatum pun juga bagus, mungkin ini penampilannya terbaik dibanding film atau sinetron sebelumnya. Begitu pula dengan pemain lain, termasuk Yani (Tika Pangabean), PRT yang berhasil menjadi scene stealer.

Kelemahan film ‘Selesai’

Broto dan Ayu memberikan kejutan buat Ibu Sepuh

Ini soal selera, rasanya warna film terlalu kuning agak mengganggu penonton. Nuansa ini memang cocok diterapkan di film horor untuk memberi unsur suram. Atau mungkin Tompi ingin menggambarkan pernikahan Broto dan Ayu yang sesuram rumah hantu? Entahlah.

Konsistensi cerita juga patut dipertanyakan. Bila Yani tak boleh keluar rumah karena perumahan sedang lockdown, mengapa Anya dan Dimas, adik Broto, boleh datang ke rumah? Pacar Yani bernama Bambang (Imam Darto) pun bisa berkeliaran bebas hingga bisa masuk ke rumah keluarga ini.

Baca juga: Film Indonesia komedi romantis untuk perempuan dewasa

Berbicara soal Bambang, Haidiva tak melihat urgensinya tokoh ini di dalam konflik dan alur cerita. Jika tujuannya untuk menghadirkan humor di tengah film, rasanya reaksi Ayu dan Broto yang didatangi ibunya di kamar saat sedang pisah ranjang lebih lucu.

Akhir cerita yang berujung pada gilanya Ayu dan masuk ke rumah sakit jiwa terlalu memaksa. Ending yang terlampau sengsara justru mengobrak-abrik alur cerita yang sebelumnya telah disusun rapi. Kalau begini, ujung-ujungnya terlalu stereotypical atau menggampangkan penyelesaian cerita.

Mengapa tak menggunakan formula film ‘Mudik’ karya Adriyanto Dewo atau ‘Dua Garis Biru’ dari Gina S. Nur? Perpisahan memang menyesakkan tapi hidup tetap harus berjalan terus.

Tompi pun gagal menyusun twist-twist masalah yang ada pada Ayu. Bila saja dari awal cerita ditunjukkan Ayu yang rutin minum obat, akhir film sedikit termaafkan.

Tentu saja review ini seharusnya tak membuat penonton urung menyaksikan langsung. Ada banyak pendapat lain tentang kualitas film ‘Selesai’ tergantung sudat pandang penonton. Jangan lupa saksikan di kanal resmi, hindari menonton bajakan.

Spread the love