Menerima Kenyataan (Based On True Story)

Menerima Kenyataan (Based On True Story)

Haidiva.com-Hai, perkenalkan namaku Salsa Berlianthi Ariyanto.  Umurku 17 tahun. Di umur 17 tahun tentunya sangat membahagiakan bagi semua orang, termasuk diriku. Aku bahagia karena masih bisa bernafas dan melihat dunia.

Usia 17 tahun adalah awal dari sebuah perjalanan nyata. Perjalanan yang harus membahagiakan tetapi menyakitkan untukku.

Delapan tahun yang lalu kebahagiaanku diambil oleh sang maha kuasa. Aku sendiri tidak tahu kenapa harus kebahagianku yang diambil. Kenapa tidak kebahagiaan orang lain? Apa salah ku sampai dihukum seperti ini?

Sejak hari itu Aku menjalani hari-hari dengan penuh rasa takut. Takut untuk bertemu dengan orang lain, takut untuk bertemu dengan orang baru, bahkan takut untuk datang ke sekolah.

Mungkin kalian bingung dan bertanya-tanya, “Untuk apa aku takut akan hal itu?”

Jawaban saya hanya satu, “Takut jika mereka akan menghinaku.”

“Menghina? Memang apa yang terjadi? “

Seperti yang aku katakan, bahwa delapan tahun yang lalu kebahagiaan ku telah di ambil. Tangan dan kaki ku tidak bisa digerakkan dengan normal. Hal itu yang membuat aku menjadi berbeda dengan teman-teman yang lain. Aku tidak tahu aku salah apa itu sampai aku terpilih untuk menjalani ujian ini.

Hari-hari aku lewati bersama air mata. Tak ada satu hari pun air mata ini absen untuk hadir. Hingga pada akhirnya aku tersadar. Aku tidak boleh seperti ini terus, menyalahkan takdir kemudian menangis.

Tak butuh waktu lama untuk aku bangkit dari rasa sakit. Menerima kenyataan bahwa ini adalah bagian dari takdir hidup yang harus aku jalani dengan penuh rasa sabar. Perlahan, aku mulai menerima realita.

Memang tidak mudah terus berpura-pura sedang baik-baik saja di kala perasaan hancur. Bibir tersenyum di saat hati menangis. Bahagia di saat sedih menerpa. Tapi, aku yakin semua ini akan indah pada waktunya. Karena hujan tidak selalu turun, begitupun air mata. Ini semua hanya soal waktu. Pelangi hadir setelah hujan turun. Kebahagiaan pasti akan datang setelah kesedihan melanda.

Mengganti semua kesedihan dengan kebahagiaan. Aku yakin sang maha kuasa telah menyiapkan kejutan istimewa untukku kelak di akhirat. Satu hal yang harus aku lakukan hanya bersabar menerima ujian ini agar mendapatkan hadiah berupa kebahagiaan yang abadi.

Tak apa di dunia ini kebahagiaan ku di ambil,  kalau kelak kebahagiaan ku  digantikan di kehidupan yang abadi. Aku  ikhlas menerimanya.

Aku perempuan yang kuat. Bukan tanpa alasan Allah memilih aku di antara miliaran manusia di dunia ini untuk menjalankan tugas yang istimewa. Karena Allah tahu aku kuat dan aku pasti bisa melewatinya. Bersyukur adalah tanda bahwa aku menerima ujian ini dengan ikhlas. Menunggu keajaiban datang lalu aku akan disembuhkan.

Aamiin Allahuma Aamiin..

Penulis: Salsa Berlianthi Ariyanto

Peserta kompetisi “Lomba Menulis Artikel dengan Tema Strong Women” yang diadakan Haidiva.com dalam memperingati Hari Ibu.

Spread the love