Malaikat Tak Bersayap dari Tuhan

Malaikat Tak Bersayap dari Tuhan

Haidiva.com-Ibu, satu kata yang sangat dalam untuk aku maknai. Ibu tak akan pernah ada habisnya untuk aku ceritakan bahkan tak akan ada kata yang dapat menyamai kemuliaanmu di dunia ini.

Ibu adalah nafas dan nadiku. Tanpanya, aku pun tak akan dapat hidup dalam hiruk pikuk dunia ini. Ibu adalah sumber kekuatanku, di mana senyum yang terukir di wajahnya yang berseri menjadi sumber semangatku untuk selalu menyambut hari yang baru.

Ibu adalah mentari dalam duniaku yang memberi dekap hangat pertama kali, kala aku menangis saat baru melihat. Dan ibu adalah rumah tempatku pulang, dimana walau telah banyak tempat yang aku kunjungi, tetaplah ibu yang menjadi tempatku pulang  yang selalu ramah.

Teruntuk para anak di negeri ini, sayangilah selalu ibumu, hormatilah selalu ibumu, jangan pernah kau lukai hati ibumu. Karena tanpanya, kau pun tak dapat memasuki surga-Nya. Dan jangan sampai membuat ibumu murka, karena murka dan ridho-Nya tergantung pada murka dan ridho ibumu.

Bila ibumu telah berusia senja, maka rawatlah ia dengan penuh kasih sayang dan kelembutan sebagaimana engkau saat masa kanak-kanak di perlakukan demikian. Pada sisa waktumu, gunakanlah untuk mengobrol santai barang sejenak dengannya, sebagaimana dulu ia selalu mengajak mu berbicara saat engkau masih tak kenal dengan huruf.

Jangan pernah membenci manusia bernama ibu, karena seburuk apapun dia di matamu tetap saja dia adalah malaikat yang Allah pilihkan untuk menjaga, mendidik, dan membesarkanmu. Tak ada ibu yang benci terhadap anaknya, hanya saja cara menyalurkan kasih sayang dan cintanyalah yang masih kurang benar. Dan sebagian ibu di dunia ini mempunyai ragam penyaluran rasa sayang serta cintanya terhadap anaknya.

Teruntuk kalian para anak, cobalah sedikit demi sedikit pahami apa maksud dari perilaku ibumu tersebut agar kamu paham rasa apa yang ibumu berikan sebenarnya padamu. Cobalah gali rasa yang tersirat tersebut agar kau pun juga tau rasa apa yang sudah semestinya untuk kau berikan kepada ibumu yang telah berkorban banyak untukmu agar kau bisa lahir ke dunia ini.

Penulis; Arifatus Sholehah

Peserta kompetisi “Lomba Menulis Artikel dengan Tema Strong Women” yang diadakan Haidiva.com dalam memperingati Hari Ibu.

Spread the love