Hajar, Sang Perempuan Tangguh

Hajar, Sang Perempuan Tangguh

Haidiva.com-Seiring berjalannya waktu, perempuan telah dimudahkan dengan banyaknya perkembangan teknologi serta mudahnya mendapatkan informasi. Tetapi hal tersebut tidak sejalan dengan kemampuan perempuan dalam menangani masalahnya. Lebih banyak perempuan tidak bahagia, meskipun hidup dengan segala macam kemudahan.

Alangkah baiknya jika kita belajar dari perempuan di masa lalu yang menunjukkan kekuatannya dalam menghadapi berbagai permasalahan. Bukan dengan kekuasaan atau perasaan lebih hebat dari laki-laki, melainkan karena ketaatannya pada Allah. Salah satu panutan yang tangguh ialah Hajar, istri Nabi Ibrahim, ibunda Nabi Ismail.

Jika mendengar nama Hajar, tentu kita akan mengingat sebuah peristiwa di mana ia bolak-balik berlari dari bukit Shafa ke Marwah untuk mencari air karena Ismail kecil kehausan. Pada saat itu, Nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah untuk membawa istri dan bayinya pergi ke sebuah tempat yang belum mereka ketahui.

Dari Palestina mereka sampai di sebuah lembah yang tandus, sedikit tumbuhan dan tak tampak air mengalir. Sejauh mata memandang hanya tampak batu dan pasir kering. Hajar dan bayinya ditinggalkan di bawah pohon kurma, di tempat tak berpenghuni. Takutkah ia? Tentu saja karena ia ditinggalkan oleh suami hanya berdua saja dengan Ismail kecil. Lalu apa yang menguatkan Hajar? Tentu saja suami dan keyakinannya pada ketetapan Allah.

Nabi Ibrahim pun sungguh berat meninggalkan istri dan putra yang dicintainya. Namun ia mengingatkan bahwa yang dilakukannya adalah kehendak Allah. Dialah yang telah memerintahkan perjalanan yang sangat jauh ini. Keduanya yakin jika Allah akan melindungi dan Allah tidak akan menelantarkan.

Nabi Ibrahim pun mendoakan keduanya, “Ya Tuhan, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanaman-tanaman di dekat rumah Engkau yang dihormati, ya Tuhan yang demikian itu agar mereka melaksanakan salat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah mereka rezeki dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Sepeninggalan Nabi Ibrahim, lambat laun perbekalan Hajar semakin menipis. Di gurun tandus, Hajar mulai cemas. Ia berlari dari bukit Shafa menuju Marwah mencari sesuatu yang bisa ia makan, hingga tujuh kali ia bolak-balik berlari, namun tidak ditemukan apa pun. Di luar dugaan berkat kekuasaan Allah, ketika Ismail menendang-nendang pasir sambil menangis, keluarlah mata air yang terus menerus memancar. Saat ini kita mengenalnya dengan air zamzam yang hingga kini tak pernah kering meskipun dikonsumsi oleh banyak orang.

Setelah air zamzam memancar, gurun yang mereka tinggali menjadi pemukiman bernama Mekkah. Alangkah bahagianya Nabi Ibrahim ketika kembali mengunjungi mereka di Mekkah karena Ismail telah tumbuh menjadi anak lelaki saleh dan gurun tempat ia meninggalkan istri serta anaknya sudah menjadi begitu ramai.

Peristiwa berlarinya Hajar dari bukit Shafa ke Marwah itu diabadikan dalam rukun haji yaitu sa’i. Jarak Shafa ke Marwah sekitar 400 meter. Jika sa’i dilakukan perjalanan tujuh kali maka dapat dibayangkan betapa lelahnya Hajar berlari.  Berlari kecil bukanlah hal yang mudah dan dari hal tersebut kita dapat memetik banyak hikmah, yaitu dalam menjalankan peran apa pun di dunia haruslah berusaha semaksimal mungkin. Apa pun rintangan yang dihadapi, bersabarlah, yakinlah kita pasti kuat melewatinya. Dibarengi dengan senantiasa tawakal atau pasrah terhadap ketentuan Allah. Sebagai perempuan dengan berbagai perannya, begitu banyak masalah yang dihadapi. Kita sepatutnya dapat mencontoh kekuatan Hajar dalam menghadapi eposide kehidupannya. Jika kita menjalani peran sebagai istri, ibu, anak, menantu,atau bahkan tetangga dengan penuh ketaatan pada Allah, yakinlah kita akan diberi kekuatan dalam menjalaninya. Berbagai masalah yang membuat kecewa, sedih, marah, atau pun takut akan sirna dengan keyakinan akan pertolongan-Nya. Ya, perempuan tangguh karena pertolongan Allah.

Penulis: Annisa Nurrahmah

Peserta kompetisi “Lomba Menulis Artikel dengan Tema Strong Women” yang diadakan Haidiva.com dalam memperingati Hari Ibu.

Spread the love