Kritik Kerusakan Lingkungan Lewat Seni

Kritik Kerusakan Lingkungan Lewat Seni

Haidiva.com-Pemanasan global, laju deforestasi yang tinggi, sampah memenuhi gunung hingga lautan, memicu bumi makin tua. Rasanya, kita semua mesti bergotong royong untuk membuat alam menjadi sehat dan bumi menjadi nyaman.

Kita tak cukup sekadar membuang sampah pada tempatnya, tapi juga mendaur ulang menjadi barang baru yang bermanfaat.

Sayangnya, kita sendirian tak cukup untuk memperbaiki bumi. Butuh banyak orang yang sadar pentingnya menjaga lingkungan. Ada banyak cara mengkampanyekan peduli lingkungan, salah satunya lewat seni, seperti yang dilakukan para seniman berikut ini.

Plasticology, Kampanye Sekaligus Kritik

dearvalent.com

Di tangan I Made Muliana Bayak, limbah sampah bisa menjadi bahan-bahan bernilai seni tinggi. Seniman asal Bali tersebut menggagas plasticology, kampanye yang menggabungkan karya seni rupa dengan kritik terhadap lingkungan, terutama sampah plastik di Bali. Melalui proyek plasticology, ia mengajarkan kepada publik bahwa sampah bisa diolah menjadi karya seni.

Karya yang Ditenggelamkan

detik.com

Teguh Ostenrik, seniman kontemporer asal Jakarta ini menenggelamkan karya-karyanya di lautan. Dia berharap karya itu menjadi rumah bagi terumbu karang dan biota laut. “Pada 2050 manusia tidak bisa bernafas. Menurut scientist, oksigen di dunia tinggal tiga persen,

Karya seni Teguh yang sudah berada di laut saat ini adalah Domus Musculi atau rumah siput di Kepulauan Seribu, Domus Longus atau rumah panjang di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Domus Piramidis Dogong atau rumah piramida dugong di Pulau Bangka, Sulawesi Utara, dan Domus Sepiae atau rumah cumi-cumi di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Boneka Sandal Jepit

brightside.me

Di tangan kreatif Francis Mutua, seorang seniman sandal jepit dari Nairobi, sampah yang sulit terurai seperti sandal jepit bekas bisa dimanfaatkan dan diolah menjadi sebuah karya seni. Seniman ini memiliki tujuan untuk menyelamatkan lautan yang tercemar melalui karya seninya. Dalam membuat karay ini ia tidak sendirian, namun tergabung dalam keluarga besar bernama Ocean Sole yang bertujuan untuk membersihkan bumi dan mengubah masalah sandal jepit bekas menjadi satu karya seni.

When Pop Culture Meet Ecology

demilked.com

Kartunis asal Perancis Baptiste Drausin menyampaikan kritik terhadap kerusakan lingkungan dengan cara yang menggelitik. Dia membuat ilustrasi yang menggambarkan tokoh-tokoh di budaya pop saat menghadapi kerusakan lingkungan. Misalnya seperti Snow White yang menolak diberi apel karena mengandung pestisida. Ariel si puteri duyung yang tercekik sampah di lautan. Gambar-gambar ini dia unggah di akun instagramnya the_baptman.

Kalau Diva, apa yang kamu lakukan untuk mengampanyekan peduli lingkungan? (ndr)

Spread the love