Kisah Pabrik Bayi di Beberapa Negara

Kisah Pabrik Bayi di Beberapa Negara

Haidiva.com- Awal Oktober tahun lalu, otoritas Nigeria berhasil menyelamatkan 19 gadis yang diculik dan dihamili oleh para penculik yang berencana menjual bayi mereka. Juru bicara Kepolisian wilayah Lagos, Bala Elkana, mengatakan kejahatan ini adalah sebuah pabrik anak yang menjual dengan kisaran USD 830- USD 1.400 atau sekitar Rp 12,5 juta hingga Rp 21 juta per bayi.

“Gadis-gadis ini ditipu dengan iming-iming bekerja sebagai pembantu rumah tangga,” kata Elkana seperti yang dikutip dari foxnews.com.

Nyatanya, kasus pabrik bayi tak hanya terjadi di Nigeria tetapi juga di negara lain. Berikut ini, Haidiva.com mengumpulkan kasus yang menyita perhatian publik dunia.

Skandal Pabrik Bayi di Thailand

Seorang laki-laki berkewarganegaraan Jepang, Mitsutoki Shigeta, menyewa rahim sejumlah perempuan di Thailand untuk mengandung 13 anaknya lewat cara bayi tabung. Peristiwa itu berakhir dengan pengadilan di Bangkok yang memberikan hak asuh kepada Shigeta atas 13 anak pada tahun 2018.

Shigeta merupakan konglomerat Jepang yang menyewa sebelum Thailand melarang bisnis tersebut pada tahun 2015. Setelah putusan tersebut, 13 anak akhirnya diterbangkan ke Jepang dan berkumpul dengan ayah tunggalnya.

Baca: Tak Kunjung Punya Buah Hati, Jangan Salahkan Istri

Pabrik Bayi di Palawan Filipina

Pemerintah Kota Palawan Filipina kewalahan dengan angka kehamilan dini yang tinggi di wilayah ini. Dikutip dari Al Jazeera akhir tahun 2018, rata-rata gadis di sini sudah melahirkan sejak berusia 14 tahun. Kemiskinan, rendahnya pendidikan seks, dan terhambatnya komunikasi antara orang tua dan anak menyebabkan para remaja tidak memahami etika pergaulan dengan lawan jenis.

Para orang tua di Palawan menganggap topik seks adalah hal yang tabu dibicarakan dengan anak-anak mereka. Alhasil, diperkirakan ada kelahiran bayi setiap lima menit di sini. Sementara yang tak ingin melahirkan, mereka mencoba mengaborsi bayi secara illegal sehingga mengancam nyawa calon ibu. Organisasi non profit dan pemerintah di sana tengah berusaha mengurangi angka kelahiran bayi dengan memberikan pemahaman kepada remaja mengenai dampak pergaulan bebas dan kehamilan dini.

Pabrik Bayi Pertama Legal di Dunia

Pabrik bayi legal pertama di dunia dibangun di India pada tahun 2013 dengan nama Akanksha Infertility Clinic. Pencetus industri adalah dokter Nayna Patel yang merekrut hampis 100 perempuan miskin yang akan dibayar untuk mengandung embrio pasangan dari Amerika maupun Eropa dengan metode bayi tabung.

Dikutip dari BBC Four, Nayna membayar para perempuan miskin ini USD 8 ribu atau setara Rp 120 juta per bayi. Sedangkan Neyna dan tim yang menangani ini mendapatkan Rp 420 juta dari pasangan kaya tersebut. Saat ini, klinik ini telah menghasilkan lebih dari 800 bayi untuk keluarga kaya.**

Spread the love

1 thought on “Kisah Pabrik Bayi di Beberapa Negara

Comments are closed.