081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Ketahui Virus Omicorn, Varian Baru Covid-19

Ketahui Virus Omicorn, Varian Baru Covid-19

Haidiva.com-Temuan terbaru pada varian Covid-19 yaitu Omicron, menjadi isu hangat perbincangan di seluruh dunia. Omicron sendiri terdeteksi pertama kali ditemukan di benua Afrika. Varian ini diberitakan sebagai salah satu yang sangat cepat dalam penularannya.
Angelique Coetzee, adalah dokter pertama di Afrika Selatan yang melaporkan gejala varian baru Omicron. Menurutnya, gejala omicron tergolong ringan namun tidak biasa pada beberapa pasien yang berobat di kliniknya di ibu kota Pretoria dan terjadi sejak awal november. Kemudian World Health Organization (WHO) memasukkan varian ini sebagai Varian of Concern (VOC).

“Gejala mereka sangat berbeda dan sangat ringan dari yang pernah saya tangani sebelumnya,” kata Coetzee, dokter umum selama 33 tahun yang juga memimpin Asosiasi Medis Afrika Selatan, dikutip dari The Telegraph,dikutip Rabu (1/12/2021).

Melalui sebuah wawancara, Coetzee memberitakan jika para pasien muncul dengan gejala Covid-19 yang tidak umum. Para pasien termasuk orang -orang berusia muda dari berbagai latar belakang dan etnis datang dengan rasa lelah tinggi pada tubuh. Bahkan, ada seorang anak berusia enam tahun dengan denyut nadi yang sangat tinggi. Namun tidak ada satupun para penderita yang merasakan kehilangan indera perasa atau pembau alias anosmia. Padahal gejala tersebut yang paling umum bagi para penderita Covid-19.

Baca juga: Makanan tepat untuk pasien Covid-19 yang alami anosmia 

“Kami memiliki satu kasus yang sangat menarik, seorang anak, sekitar enam tahun, dengan suhu dan denyut nadi yang sangat tinggi, dan saya bertanya – tanya apakah saya harus menerimanya. Tetapi ketika saya menindaklanjuti dua hari kemudian, dia jauh lebih baik,” tambahnya.

Pada 18 November 2021, Coetzee menemukan bahwa empat anggota keluarga yang berobat, dinyatakan positif Covid-19 dengan tingkat kelelahan total. Ini diumumkan oleh Institut Nasional Penyakit Menular (NICD) Afrika Selatan dari sampel yang diambil di laboratorium dari 14 November hingga 16 November.

Ia menuturkan, bahwa secara total, sekitar 24 pasiennya dinyatakan positif Covid-19 dengan gejala varian baru. Mereka mayoritas adalah laki – laki sehat secara fisik namun merasa sangat lelah, dengan sekitar setengah dari mereka belum divaksinasi.

Coetzee menjelaskan bahwa kondisi pasiennya semua sehat, tetapi dia khawatir jika varian baru ini akan menyerang kelompok lansia. Apalagi bila mereka memiliki penyakit penyerta seperti diabetes, penyakit jantung, atau penyakit – penyakit penyerta lain.

Demografi Afrika Selatan sendiri diketahui sangat berbeda dari negara lain. Hanya sekitar  persen dari populasi yang penduduknya berusia di atas 65 tahun. Ini menjelaskan bahwa individu dengan usia lebih tua, kelompok yang rentan terhadap Covid-19, mungkin memerlukan beberapa waktu untuk terdeteksi.

Spread the love