081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Ketahui Sejarah Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan

Ketahui Sejarah Hari Anti-Kekerasan Terhadap Perempuan

Haidiva.com-Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Sedunia diperingati setiap tanggal 25 November. Kampanye Internasional ini bertujuan untuk mendorong upaya penghapusan kekerasa terhadap perempuan di seluruh dunia.

Pada tahun ini, Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan mengusung tema, “ Orange the World: End Violence Again Woman Now!“. Tema ini sendiri dipilih karena meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Sejarah Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan lahir sebagai penghormatan atas meninggalnya Mirabal bersaudara yaitu Patria, Minerva dan Maria Teresa. Mirabal bersaudara sendiri dikenal sebagai aktivis politik yang secara aktif berjuang demi demokrasi dan keadilan rakyat. Berkat aksi luar biasanya, mereka menjadi simbol perlawanan terhadap kediktatoran peguasa Republik Dominika.

Baca juga: Alasan hantu kebanyakan perempuan, karena korban kekerasan

Mirabal bersaudara meninggal pada tanggal yang sama di tahun 1960 akibat pembunuhan keji. Pembunuhan brutal tersebut dilakukan atas perintah pengusasa diktator Republik Dominika pada waktu itu, yaitu Rafael Trujillo (1930 – 1961).

Pada tahun 1981, tanggal 25 November diresmikan sebagai Hari Internasional untuk Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan. Keputusan tersebut dideklarasikan dalam Kongres Perempuan Amerika Latin yang pertama.

Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

Kampanye ini berlangsung dari tanggal 25 November yang merupakan Hari Internasional Penghapusan Kekerasan terhadap Perempuan hingga tanggal 10 Desember. 10 Desember sendiri merupakan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional. Rentang waktu tersebut dipilih karena secara simbolik menghubungkan antara kekerasan terhadap perempuan dan HAM.

Baca juga: Tonggak sejarah gerakan perempuan Indonesia

Komnas Perempuan sendiri sejak 2001 mulai terlibat dalam kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP). Dalam rentang 16 hari, turut serta para aktivis perempuan dalam membangun aksi dan strategi bersama untuk menggalang gerakan solidaritas.

Gerakan tersebut berdasarkan kesadaran bahwa kekerasan terhadap perempuan merupakan pelanggaran HAM. Selain itu juga untuk mendorong kegiatan bersama dalam menjamin perlindungan yang lebih baik bagi perempuan penyintas kekerasan.

Spread the love