081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Film Indonesia Mind blowing, Jangan Dilewatkan

Film Indonesia Mind blowing, Jangan Dilewatkan

Haidiva.com-Siapa bilang film Indonesia tak berkualitas? Nyatanya, banyak karya sineas tanah air yang dihargai sampai mancanegara. Pekerja film Indonesia pun ternyata bisa menyajikan karya dengan cerita yang mind blowing alias mencengangkan.

Berikut film Indonesia yang mempunyai cerita mind blowing pilihan Haidiva. Jangan dilewatkan.

Marlina Sang Pembunuh dalam Empat Babak (2017)

Marlina (Marsha Timothy), janda yang tak bisa menguburkan mayat suaminya karena miskin, kedatangan sekawanan tujuh perampok. Mereka mengancam nyawa, harta, dan kehormatan Marlina. Marlina tak punya pilihan. Ia meracuni lima perampok lewat makanan dan terpaksa memenggal kepala Markus (Egi Fedly) ketua perampok.

Baca juga: Film Korea Mind Blowing

Kepala perampok itulah yang Marlina bawa menuju kantor polisi untuk minta keadilan. Di sisi lain, ia dikejar Frans (Yoga Pratama), perampok yang termuda tapi juga tersadis. Di sela pelarian, Marlina juga harus berdahadapan dengan pandangan-pandangan misoginis masyarakatnya.

Marlina Sang Pembunuh dalam Empat Babak memenangkan banyak penghargaan dari dalam dan luar negeri. Film yang disutradarai oleh Mouly Surya ini telah diputar 24 negara. Mouly Surya sendiri juga banyak menghasilkan karya lain yang tak kalah memukau. Sebut saja Fiksi (2008) dan What They Don’t Talk About When They Talk About Love (2013).

Belenggu (2013)

Film bergenre noir ini mengisahkan tentang sebuah kota yang mencekam karena pembunuh berantai masih berkeliaran. Semua warga menjadi saling curiga. Elang (Abimana Aryasatya) menduga pembunuh sebenarnya adalah suami dari Djenar (Laudya Cynthia Bella) tetangganya yang sering melakukan KDRT.

Baca juga: Film misteri pembunuhan terbaik, Hollywood hingga Kmovie

Di sisi lain, Elang juga bersimpati dan jatuh cinta dengan perempuan penghibur bernama Jingga (Imelda Therinne). Namun perempuan ini begitu misterius hingga Elang mengalami krisis identitas.

Belenggu menjadi salah satu film Indonesia yang underrate, diremehkan padahal cemerlang. Disutradari oleh Upi Avianto, Belenggu menghasilkan twist bertumpung yang mengobrak-abrik pikiran penontonnya.

Pintu Terlarang (2009)

Gambir (Fachri Albar) terlihat mempunyai hidup yang sempurna. Karier sebagai seniman sukses dan kaya, beristri Talyda (Marsha Timothy) yang cantik, ibu yang pengertian (henidar Amroe), pemilik galeri yang sudah dianggap seperti ayahnya sendiri (Tio Pakusadewo), dann teman-teman dekatnya.

Baca juga: Film horor slasher Indonesia, seram tanpa harus lihat setan

Hingga suatu ketika, Gambir masuk ke Herosase, gedung di mana orang bisa mengamati orang lain. Gambir melihat bocah laki-laki yang disiksa ibunya sendiri di layar televisi. Ia juga melihat ternyata orang-orang terdekatnya malah memanipulasi Gambir. Untuk keluar dari kondisi yang beracun, Gambir harus membuka pintu berwarna merah tapi semua orang melarangnya.

Film karya Joko Anwar menuai pujian dari penonton dan kritikus film. Ide cemerlang dengan hasil yang mencengangkan membuat Pintu Terlarang diganjar penghargaan internasional. Selain Pintu Terlarang, karya Joko Anwar yang mencengangkan lainnya adalah Kala, Modus Anomali, Perempuan Tanah Jahanam, dan Copy of Mind.

Belahan Jiwa (2005)

Empat perempuan, Cairo seorang pelukis (Rachel Maryam), Farlyna seorang desainer pakaian (Dinna Olivia), Baby Blue seorang arsitek (Nirina Zubir) dan psikolog Arimby (Marcella Zalianty) adalah sahabat karib. Masing-masing mempunyai karakater dan masalah sendiri tetapi saling melengkapi.

Baca juga: Film Korea terinspirasi dari pembunuhan Hwaseong

Hingga suatu ketika, keempat sahabat ini mengetahui bahwa mereka berpacaran dan hamil dengan laki-laki yang sama Bumi (Alexander Wiguna). Masalah semakin pelik setelah mereka tahu Bumi juga berhubungan dengan perempuan lain bernama Cempaka (Dian Sastrowrdoyo).

Belahan Jiwa diangkat berdasarkan novel dengan judul yang sama. Sekar Ayu Asmara yang mengarahkan para aktris ternama ini jugalah yang menulisnya ke dalam novel. Film ini memenangkan kategori Best International Feature Film dalam New York International Independent Film & Video Festival tahun 2007.

Spread the love