081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Film dan Drakor tentang Autis Selain Extraordinary Attorney Woo

Film dan Drakor tentang Autis Selain Extraordinary Attorney Woo

Haidiva.com-Drama Korea Extraordinary Attorney Woo mendapatkan sambutan positif penonton dalam dan luar negeri. Terbukti dengan rating penonton yang mencapai dua digit. Ceritanya tentang pengacara autis bernama Woo Young Woo yang menangani kasus hukum dengan cara kreatif.

Nyatanya, drama Korea ini bukanlah kali pertama tentang sindrom autis. Korea Selatan telah berhasil membuat film dan drama dengan tokoh utama autis. Ada yang di antaranya diadaptasi negara lain.

Berikut ini, daftar film dan drama Korea tentang orang dengan sindrom autis.

Move to heaven

Drama Korea ini berkisah tentang mantan narapidana Cho Sanggu (Lee Jehoon) yang harus merawat Han Geuru (Tan Junsang) setelah kakaknya meninggal. Sanggu juga menggantikan profesi almarhum kakaknya sebagai pembersih jejak orang yang meninggal.

Geuru memiliki sindrom aspeger, spektrum autis seperti Pengacara Woo. Mereka berkerja sama dalam menjalankan perusahaan pembersih trauma ‘Move to Heaven’. Dalam perjalanan bisnis, mereka mengungkap kisah kehidupan klien dan keluarganya yang meninggal.

Baca juga: Rekomendasi drama Korea kesehatan mental

Its Okay to Not Be Okay

Orang dengan spektrum autis di drama Korea ini bukanlah tokoh utama, melainkan pemeran pembantu pria. Moon Gangtae (Kim Soohyun) adalah pekerja kesehatan di bangsal psikiatri. Ia mempunyai kakak yang berbakat di bidang seni, Moon Sangtae (Oh Jungse).

Gangtae bertemu dengan penulis cerita anak bernama Koo Moonyoung (Seo yeji) yang menderita gangguan kepribadian antisosial. Mereka saling menyembuhkan luka hati masing-masing.

Innocent Witness

Film ini banyak menghasilkan penghargaan untuk dua tokoh utamanya. Innocent Witness juga menjadi salah satu inspirasi dari drama Korea Extraordinary Attourney Woo. Berkisah tentang Pengacara Soonho (Jung Woosung) yang menangani kasus pembantu yang dituduh membunuh majikannya sendiri.

Tidak ada bukti lagsung yang mengarah pada klien Soonho. Satu-satunya bukti adalah keterangan Jiwoo (Kim Hyanggi) yang merupakan remaja dengan autis. Persahabatan Soonho dan Jiwoo untuk membongkar kasus inilah yang menarik.

Baca juga: Deretan film bagus Park Jungmin

Keys to The Heart

Seorang petinju emosional Jo-Ha (Lee Byung-Hun) terpaksa merawat adiknya yang dengan savant syndrom, gangguan intelektual, Jin-Tae (Park Jung-Min). Ibunya masuk rumah sakit karena kanker. Padahal, ibunya meninggalkan Jo-Ha saat kecil dengan ayah yang suka melakukan kekerasan. Pertemuan dengan saudara beda ayah ini tentu membuat kikuk keduanya.

Berbeda dengan Move to Heaven dan Pengacara Woo yang mempunyai sindrom autis dengan spektrum aspeger, Jintae adalah savant. Aspeger dikenal dengan kecerdasan yang tinggi. Sedangkan savant justru sebaliknya, namun mempunyai bakat di bidang tertentu.

Good Doctor

Drama Korea ini diadaptasi di Amerika Serikat dan Jepang. Berkisah tentang dokter yang mempunyai sindrom autis memiliki kejeniusan di bidang kedokteran. Park Shion (Joo Won) dituntut mebuktikan keahliannya sebagai dokter khusus bedah anak-anak.

Selama masa percobaan, banyak rekan kerja yang meragukannya. Namun perlahan, Shion belajar bahwa menjadi dokter bukan hanya sekadar mengoperasi atau mengobati pasien tetapi bekerja sama dengan orang lain di rumah sakit.

Marathon

Cho Won (Cho Seungwoo) adalah orang dengan sindrom savant. Orang lain menganggap Cho Won tidak mempunyai masa depan karena kondisinya. Kyeongsook (Kim Misook) sebagai ibu ingin melawan pandangan tersebut. Ia kemudian mendorong Cho Won menjadi pelari maraton.

Film ini banyak meraih penghargaan di tahun 2005-2006. Bahkan di Baeksang, film ini meraih Grand Prize selain Cho Seungwoo yang juga meraih Best Actor.

Spread the love