081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Fenomena Desa Unik, Anak Perempuan Berubah Menjadi Laki-laki

Fenomena Desa Unik, Anak Perempuan Berubah Menjadi Laki-laki

Haidiva.com-Di Desa Salinas, Republik Dominika, para remaja mengalami perubahan organ intim saat pubertas. Saat bayi terlihat mempunyai organ intim perempuan sehingga dibesarkan sesuai gender lahir, namun berubah saat beranjak dewasa. Apa yang membuat ini terjadi?

“Saya ingat pergi sekolah mengenakan rok,” kata Johnny yang dulunya bernama Felicita seperti yang dikutip dari Mirror.co.uk

mirror.co.uk

Saat berusia 9 tahun, alat kelamin Johnny berubah membesar seperti alat kelamin laki-laki. Fenomena ini terjadi banyak di desa ini. Mencermati hal tersebut, dokter dan peneliti dari Cornell Medical College, New York, Julianne Imperato, meneliti dan menemukan penyebab fenomena perubahan jenis kelamin tersebut.

Anak-anak di Desa Salinas tersebut mengalami guevedoces karena kekurangan enzim reduktase sehingga mengalami dyhidro-testosteron alias hormon laki-laki tidak berkembang saat di kandungan. 

“Ketika janin berusia 8 pekan, seharusnya enzim ini mengubah tuberkulum (benjolan di antara kaki janin laki-laki) menjadi penis. Namun hal itu tak terjadi,” kata Imperato. 

Setelah lahir, enzim ini baru bekerja. Menyikapi ini, Desa Salinas membedakan masyarakatnya menjadi tiga kelamin yaitu laki-laki, perempuan, dan pseudohermafrodit. 

Mayoritas Kulit Warga Desa Araras Melepuh

Desa Araras, Sao Paulo, Brazil, seolah seperti perkampungan vampir yang takut matahari. Mayoritas penduduknya menderita xeroderma pigmentosum, sebuah kondisi kulit yang sensitif terhadap sinar ultraviolet. Dari 800 penduduk, 600 nya mengalami xeroderma pigmentosum.

express.co.uk

Ketika terkena sinar matahari, kulit para penduduk mengalami luka bakar, bercak-bercak, melepuh, dan kerusakan DNA. Kelainan ini juga menyebabkan si penderita kehilangan mobilitas hidup. 

Seorang ahli genetik biologis Carlos Menck penyebab mayoritas penduduk mengalami xeroderma pigmentosum karena mereka saling menikahi satu sama lain sehingga menyebabkan keturunannya mengalami hal yang serupa. Kelainan ini tak ada obatnya. Para dokter hanya bisa memperingatkan agar menghindari matahari dengan pakaian khusus saat siang hari.**

Spread the love