Emma Watson Jadi Direktur Perusahaan Induk Gucci

Emma Watson Jadi Direktur Perusahaan Induk Gucci

Haidiva.com-Aktris Emma Watson, pemeran Hermione dalam film “Harry Potter”, menjadi anggota terbaru dewan direksi atau direktur perusahaan induk Kering yang menaungi label fesyen seperti Gucci. Pihak Kering mengatakan Emma Watson akan memimpin Direktorat Lestari yang fokus pada masalah lingkungan karena sekarang banyak konsumen muda yang lebih peduli dengan ekologi.  

“Emma Watson adalah aktor sekaligus aktivis paling terkenal di dunia,” kata juru bicara Kering seperti yang dikutip dari Guardian.

Emma Watson dikenal sebagai orang yang mendukung hak-hak perempuan, juga duta Perserikatan Bangsa Bangsa untuk perempuan. Emma Watson juga dikenal sebagai pelopor Eco Ages’s Green Carpet Challenge.

Baca Juga: 5 Fakta Leo Robinton, Pacar Emma Watson

Nama Emma Watson dinominasikan sebagai anggota dewan lewat Rapat Umum Pemegang Saham Kering bersama sederet pesohor lain. Selain Emma Watson, Kering membdidik mantan CEO Credit Suisse Group (Prudential) yaitu Tidjane Thiam dan Presiden Didi Chuxing (aplikasi transportasi online di China) yaitu Liu Qing untuk duduk di dewan direksi.

“Pengetahuan, kompetensi, latar belakang, dan perspektif mereka (Emma Watson, Tidjane Thiam, dan Liu Qing) akan menjadi nilai tambah yang tak ternilai bagi perusahaan,” kata CEO Kering Francois-Henri Pinault.

Upaya merekrut Emma Watson nampaknya sebagai ajang balas dendam Kering karena label fesyen Stella McCartney pindah ke LVMH awal tahun ini. Kering ingin memenangkan citra produknya di depan para milenial lewat Emma Watson.

Baca Juga: Dampak Corona bagi Fashion Global

Kering sendiri memiliki keunggulan lebih peduli lingkungan dibanding produk kompetitornya LVMH. Label ternama yang berada di bawah Kering adalah Gucci, Saint Laurent, dan Balenciaga. Namun, citra produk Kering sering dianggap ‘Tak Cukup Baik’ karena itulah memerlukan wajah baru untuk memperbaiki reputasi.

Sebagai informasi, Grup Kering mempekerjakan lebih dari 38 ribu orang di seluruh dunia. Omsetnya mencapai 15,9 mililar euro, atau USD 17,9 miliar, atau senilai Rp 254 triliun.**

Spread the love