081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Dikuasai Taliban, Perempuan dan Army BTS Afghanistan Ketakutan

Dikuasai Taliban, Perempuan dan Army BTS Afghanistan Ketakutan

Haidiva.com-Semenjak Taliban menguasai Afghanistan secara de fakto, para penggemar musik pop di sana mulai ketakutan. Termasuk Army, sebutan penggemar boyband BTS, yang khawatir ditangkap karena mempunyai album lagu atau kliping mengenai idolanya tersebut.

“Situasi kami memaksa kami untuk membakar atau menyembunyikan foto dan album BTS kami,” kata siswi berusia 18 tahun dikutip dari JTBC News seperti laporan Koreaboo.

JTBC News melaporkan kisah-kisah gadis remaja di Afghanistan yang mengkhawatirkan nyawa mereka karena Taliban. Mereka mewawancarai beberapa warga Kabul mengenai situasi mereka.

“Saya sangat takut dan terkejut bahwa Taliban datang. Saya takut mendengar bahwa Taliban menculik gadis-gadis. Sejak Taliban mengambil alih, saya tinggal di rumah,” kata seorang gadis.

Baca juga: Selebriti dunia yang jadi korban kenekatan penggemar, ada BTS

Mereka harus berhati-hati bahkan seringmelihat ke luar jendela. Para gadis ini memohon agar dunia melakukan lebih dari sekadar mengawasi situasi. Residen A menyatakan.

“Semua orang melihat kita mati. Saya berharap komunitas internasional tidak akan meninggalkan Afghanistan sendirian dalam hal ini,” ujarnya.

Hilangnya generasi perempuan terdidik

Dua dekade terakhir, anak perempuan Afghanistan mendapatkan pendidikan (Unicef)

Sebelum Taliban kembali menguasai, gadis-gadis Afghanistan tumbuh menjadi perempuan muda yang asertif. Mereka profesional, percaya diri, dan kendali atas nasib mereka sendiri. Atlet perempuan berani bermain bola di stadion yang pernah digunakan Taliban untuk mengeksekusi perempuan yang dianggap ‘tak bermoral’.

Baca juga: Puteri Arab dobrak stigma, tak hanya Jasmine di Disney

Al Jazeera melaporkan banyak perempuan Afghanistan yang terjun ke bidang politik. Mereka mendorong undang-undang perlindungan perempuan. Banyak perempuan muda yang bisa menjadi polisi, jurnalis, atau karir lainnya.

Tapi sejak Taliban kembali menguasai, Afghanistan diprediksi akan kehilangan perempuan terdidik. Lebih dari 70 anak perempuan dibom dalam perjalanan pulang dari sekolah di Kabul pada Mei 2021.

Dua hakim perempuan ditembak di Kabul pada Januari 2021. Seorang jurnalis ditembak di Jalalabad dalam perjalanan ke kantor pada Desember 2020. Daftar itu terus bertambah. Dan hanya ada sedikit laporan investigasi dan penangkapan mereka yang bertanggung jawab.

Pada hari Taliban mengambil alih Kabul, sebuah foto viral tentang laki-laki me-cat ulang foto-foto perempuan yang menghiasi toko-toko pakaian di kota. Hal sepela saja bisa dihancurkan. Kekhawatiran kemajuan yang telah dicapai oleh perempuan dengan kerja keras selama dua dekade terakhir juga dapat dengan mudah dihapus.

Baca juga: Muslimah pemimpin politik di berbagai negara

Taliban berjanji kebijakan inklusif terhadap perempuan

Iklan baliho yang menunjukkan gambar perempuan mulai dihapus (AFP)

Taliban sekarang mengatakan akan memerintah secara inklusif. Mereka berjanji mengundang perempuan untuk bergabung dengan pemerintahannya dan perempuan tetap bisa bekerja di luar rumah.

Tetapi banyak perempuan Afghanistan tidak yakin. Mereka ingat Taliban yang memukuli perempuan di depan umum, memaksa mereka memakai burqa, dan melarang mereka pergi ke sekolah.

Al Jazeera melaporkan sejumlah perempuan terdidik yang aktif secara politik dan sosial kini bersembunyi. Mereka takut Taliban akan menemukan mereka dan membungkam kekritisan para perempuan ini.

“Saya sangat takut tentang apa yang mungkin terjadi. Saya tidak ingin putri saya tumbuh di sini. Situasinya semakin buruk.” ujar aktivis perempuan Afghanistan kepada media timur tengah ini.

Spread the love