Cara Atasi Anak Stress karena Belajar di Rumah

Cara Atasi Anak Stress karena Belajar di Rumah

Haidiva.com-Pandemi virus corona atau COVID-19 menimbulkan masalah baru bagi anak, kebosanan yang berujung pada stress atau perasaan tertekan. Bagaimana tidak? Anak-anak tiba-tiba harus belajar di rumah, sekolah online, tak bisa bebas bermain dan bertemu teman, menghindari keluar rumah, bahkan  sulit bertemu kakek nenek yang sering memanjakan mereka.

“Kita sulit menjelaskan kondisi ini kepada anak-anak. Orang tua stress, anak-anak juga ikut stress,” kata pakar psikologi anak Tasha Brown seperti yang dikutip dari lama GoodHousekeeping.

Tasha Brown mengatakan orang tua perlu membuat anak merasakan aman dan nyaman selama pandemi agar tak menimbulkan kebosanan dan stress pada anak. Berikut ini, cara orang tua mengatasi anak yang stress karena harus belajar di rumah.

Baca juga:Kegiatan Edukatif Selama Belajar di Rumah

Ikuti Pola Pikir Mereka

Setiap anak mempunyai tahap perkembangan pemikiran sejalan dengan usia. Ada anak usia TK yang senang ibunya ada di rumah sementara kakaknya yang duduk di sekolah dasar bosan karena hanya bisa bermain dengan keluarganya saja. Menghadapi ini, Brown menyarankan agar orang tua mengikuti pola pikir masing-masing anak. Beri pertanyaan kepada masing-masing anak untuk mengukur pemahaman mereka mengenai pandemi. Di sela-sela itu, orang tua bisa membantu menjelaskan dan meluruskan persepsi bocah tanpa terlihat menggurui.

Patuhi jadwal

Meski pandemi menyebabkan kondisi sulit diprediksi, orang tua bisa memberikan stabilitas berupa jadwal harian rutin. Kapan mereka belajar, bermain, telepon kakek-nenek atau bertemu online dengan teman-temannya, bahkan termasuk jadwal tidur siang.

Berikan waktu bebas bagi anak

Beri waktu 30 menit hingga 1 jam anak bebas melakukan apa saja di rumah, bahkan ketika ia hanya ingin rebahan sambil memeluk ibunya. Kesenangan sederhana ini membantu anak mengurangi tekanan yang ia hadapi selama pandemi. Brown mengatakan waktu yang berkualitas lebih baik daripada kuantitas,

Baca juga: Olah Raga Mudah untuk Anak di Rumah

Jaga dirimu

Meski masih belia, anak bisa memahami kondisi emosi orang tua. Jadi, kita juga perlu mengelola stress agar tak merusak aktivitas sehari-hari. Tak masalah masuk ke kamar mandi selama 15 menit untuk mendengarkan musik atau merilis kesedihan lewat tangisan, sementara anak menonton televisi atau video online.

“Kita perlu memberi contoh kepada anak pentingnya perawatan diri,” kata Brown.

Membantu mereka mengidentifikasi emosi

Alih-alih memarahi karena mereka tiba-tiba menangis, Brown menyarankan agar kita membantu mereka mengidentifikasi emosi seperti sedih, kecewa, marah, dan lain sebagainya. Kemudian, bantu mereka menerima dan mengelola emosi buruk. Tak masalah anak remaja menangis di kamar karena susah bertemu temannya, tapi bantu mereka mencari solusi terbaik agar merasa nyaman di masa pandemi.

Spread the love