Belajar Risiko Investasi Saham dari Film Korea dan Hollywood

Belajar Risiko Investasi Saham dari Film Korea dan Hollywood

Haidiva.com-Saham menjadi salah satu investasi cepat mengembangkan aset dan portofolio. Belajar mengenai investasi saham bisa dilakukan dengan otodidak, seperti lewat buku, ikut seminar, maupun menonton film. Beberapa film membahas mengenai kesuksesan pialang saham, beberapa yang lain mengenai risiko.

Berikut ini film-film mengenai investasi saham dari dalam dan luar negeri. Dari film-film tersebut, kita bisa belajar mengenai saham kosong, saham gorengan, blue chip, apa itu spread hingga pembagian komisi dengan pialang kita. Siapa-siap bawa kertas dan pena untuk mencatat.

The Wolf of Wall Street  (2013)

Film ini berkisah tentang Jordan Ross Belfort (Leonardo DiCaprio) yang memulai karirnya sebagai pialang saham dari nol hingga sukses. Namun kesuksesannya tersebut sebagian dengan cara kotor yaitu memanipulasi pasar saham. Jordan menggunakan istri dan mertuanya yang merupakan warga Britania Raya untuk menyelundupkan uangnya karena di luar jangkauan otoritas Amerika Serikat.

Baca juga: Satgas Waspada Investasi Hentikan Operasional Jouska

Money Monster (2016)

Lee Gates (George Clooney) merupakan seorang presenter sebuah acara yang bernama Money Monster. Lewat program ini, Gates memberi saran mengenai saham apa yang harus dibeli dan dijual. Suatu saat, seorang laki-laki menyandera Gates secara Live di televisi karena saham yang dianjurkan Gates ternyata jatuh dan merugi.

Default (2018)

Han Shi Hyun (Kim Hye Soo) adalah seorang manajer keuangan di Bank Korea. Ia memprediksi akan terjadinya krisis keuangan namun laporannya tak pernah digubris. Sementara Yun Jeong Hak (Yoo Ah In) adalah penasehat keuangan yang mempertaruhkan segalanya untuk meraih keuntungan saat krisis. Film tersebut berlatar belakang tahun 1987.

Baca juga: Film Ryu Jun Yeol tentang Mudik ke Kampung Halaman 

Money (2019)

Jo Il Hyun (Ryu Jun Yeol) adalah broker pemula yang bercita-cita ingin menjadi kaya tapi tak kunjung mendapatkan orderan pertama. Saat pecah telur, ia malah keliru mengartikan permintaan kliennya, membeli saham yang harusnya dijual. Nyaris dipecat, hingga suatu ketika Jo Il Hyun dipertemukan dengan mafia saham berjulukan Beonhopyo yang mengajaknya memanipulasi saham. Jo Il Hyun menjadi kaya raya namun ia dicurigai lembaga pengawas keuangan serta menemukan bukti bahwa hidup pialang yang pernah bekerja dengan Beonhopyo selalu berakhir tragis.**

Spread the love

1 thought on “Belajar Risiko Investasi Saham dari Film Korea dan Hollywood

Comments are closed.