Beauty Camp, Industri di Kontes Kecantikan

Beauty Camp, Industri di Kontes Kecantikan

Haidiva.com-Beauty camp alias kursus kecantikan. Bagi negara penyuka pageant atau kontes kecantikan seperti Philipina, beauty camp bukan istilah asing. Misalnya “Aces & Queens” yang berhasil mengantarkan Pia Wurtzbach sebagai Miss Universe 2015 dan Megan Young sebagai Miss World 2013. Lantas, bagaimana dengan Indonesia?

Dulu, kita mengenal John Robert Powers sebagai dedengkot kursus kepribadian di tanah air. Di sini, peserta diajarkan cara bersikap dan bersosialisasi menggunakan tata krama internasional. Tapi kalau ingin terjun ke kontes kecantikan alias pageant, kursus kepribadian saja tidak cukup, kamu bisa bergabung di beauty camp.

Di beauty camp, para peserta diajarkan hal-hal yang berkaitan dengan kontes kecantikan seperti catwalk, photoshoot, berbicara di depan publik atau saat menghadapi wawancara, bahkan sampai make up yang tepat sesuai bentuk wajah.

Lamu Indonesia, menjadi pionir di dunia pageant tanah air. Beauty camp satu ini telah berdiri sejak 8 November 2011 dan menghasilkan ratu kecantikan nasional seperti Kezia Warouw (Puteri Indonesia 2016) dan Belinda Pritasari (Miss Earth Indonesia 2015).

suaramerdeka.com

Ratu Sejagad mungkin bisa disebut sebagai beauty camp paling berhasil di Indonesia. Didirikan oleh Runner Up 1 Puteri Indonesia 2009, Zulhriatul Hafizah, Ratu Sejagad mempunyai murid tak hanya dari dalam negeri tetapi juga luar negeri. Hafiza bersama dua rekannya yaitu Ranto Gultom (Toma) dan Maray Mayasnil pertama membuka kelas pada tahun 2016. Bedanya, mereka hanya melatih secara perorangan bukan banyak sekaligus.

“Awalnya tahun 2016 pertama kali Claudia Dara Chairunnisa dan masuk Top 5 Puteri Indonesia 2016 DKI Jakarta 1. Karena aku hamil dan melahirkan aku sama mas Toma break dulu. Baru 2018 kita mulai lagi untuk melatih Sonia Fergina Citra, pemenang Puteri Indonesia 2018 dan TOP 20 Miss Universe 2018 di Bangkok,” kata Fiza dikutip dari Wolipop.

Frederika Alexis Cull (Puteri Indonesia 2019 yang meraih Top 10 Miss Universe 2019) dan Nadia Purwoko (Miss Grand Indonesia 2018 dan Runner Up II Miss Grand International) juga merupakan anak didik Ratu Sejagad. Dari luar negeri, Miss International United Kingdom 2019 Harriotte Lane pernah mengikuti beauty camp dan berhasil meraih Runner Up III di Miss International di Jepang.

Beauty camp paling terkenal di Indonesia karena pendirinya adalah Artika Whulandary (AW) Beauty Camp. Maklum, kursus ini didirkan oleh artis sekaligus mantan Puteri Indonesia yaitu Artika Saridevi (Puteri Indonesia 2004) dan Whulandary Herman (Puteri Indonesia 2013). Berbeda dengan Ratu Sejagad, AW melatih 20 orang per batch secara bersamaan.

money.id

“Banyak yang diajarkan di sini, mulai kelas makeup, berjalan, public speaking, cara berbicara kepada juri dan wartawan agar tidak gugup. Jadi kami buat simulasi karantina layaknya kontes kecantikan,” kata Artika seperti yang dikutip dari Money.id.

Soal harga, Artika mematok nilai Rp 8,7 juta untuk tiga hari masa pembelajaran.

Terbaru ialah FAB Beauty Camp yang didirikan oleh Fabi Abimanjoe, mantan karyawan Yayasan Puteri Indonesia, tahun 2019. Meski terbilang baru, beauty camp satu ini telah dilirik Jihane Almira Chedid, aktris yang tahun ini mewakili Jawa Tengah di Pemilihan Puteri Indonesia 2020.

Berhasil atau tidaknya beauty camp terlihat dari raihan anak didiknya di kontes kecantikan. Untungnya, persaingan beauty camp di Indonesia tidak seperti di Philipina. Di negara tetangga tersebut, Aces & Queens dan Kagandahang Flores saling bersaing siapa yang lebih hebat.

Dikutip dari Inquirer, perpindahan anak didik dari satu beauty camp ke yang lain akan menyebabkan permusuhan dan di-black-list dari jaringan bisnis showbiz rekanan kursus lawannya. Maklum saja, pageant dianggap penting di negara ini karena pemenang bisa menaikkan taraf hidup. Tak heran, gadis-gadis di Philpina berlomba-lomba menjadi ratu kecantikan kelas dunia.**   

Spread the love

2 thoughts on “Beauty Camp, Industri di Kontes Kecantikan

Comments are closed.