081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Vaksin Kanker Serviks Wajib, Sasar Siswi Mulai Kelas 5 SD

Vaksin Kanker Serviks Wajib, Sasar Siswi Mulai Kelas 5 SD

Haidiva.com-Kementerian Kesehatan berencana mewajibakn vaksinasi human papillomavirus (HPV) untuk perempuan. Program vaksin yang bisa mencegah penyakit kanker serviks menyasar siswi perempuan kelas 5 dan 6 sekolah dasar sebanyak dua kali.

“Kita akan naikkan vaksin wajibnya kita dari 11 antigen menjadi 14, kita tambah vaksin HPV, PCV sama Rotavirus, terutama karena kematian kanker itu paling banyak wanita Indonesia karena serviks sama kanker payudara, serviks ada vaksinnya,” kata Menkes dalam Pertemuan Diaspora Kesehatan Indonesia Kawasan Amerika & Eropa seperti yang dikutip Antaranews.com.

Prima mengatakan pemberian vaksin HPV berlangsung secara bersamaan dengan program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang rutin diselenggarakan pada Agustus dan November setiap tahun. Ia mengatakan vaksinasi HPV telah dimulai di dua provinsi dan lima kabupaten/kota di Indonesia sejak 2021 dan diperluas di tiga provinsi dan lima kabupaten/kota pada tahun ini. Rencananya vaksinasi kanker serviks berlaku secara nasional pada 2023-2024.

Untuk mempersiapkan hal itu, kata Prima, Kemenkes memfasilitasi pelatihan vaksinasi HPV secara berjenjang dari tingkat dinas kesehatan hingga Puskesmas di setiap daerah. Wilayah DKI dan Bali sudah pelatihan. Tahun 2022 dan 2023 akan mulai dikembangkan di seluruh kabupaten/kota yang didahului dengan tenaga kesehatan.

Baca juga: Nikah muda lebih rentan kanker serviks

Selain melatih kemampuan sebagai vaksinator, kata Prima, peserta pelatihan juga diajarkan tentang upaya menangkal hoaks atau berita bohong terkait HPV. Salah satu hoaks terkait vaksin HPV adalah efek samping yang dapat memicu kemandulan.

Vaksin HPV bisa lebih dari satu kanker

Ketua Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia (HOGI), Andrijono mengatakan vaksin human papillomavirus (HPV) dapat mencegah lebih dari satu penyakit kanker pada manusia. Tak hanya kanker serviks, vaksin ini bisa mencegah kanker vulva, kanker vagina, kanker mulut, dan kanker anus.

Ia mengatakan HOGI telah berjuang selama 12 tahun untuk memasukkan vaksinasi HPV dalam program vaksinasi nasional. Sebab, hingga saat ini sudah ada 64 negara di dunia yang sudah memasukkan vaksin HPV dalam program vaksinasi nasional.

Baca juga: Waspada keputihan gejala PMS

“Sekarang di Indonesia sudah berjalan dengan HPV secara program. Mudah-mudahan dalam waktu singkat kita lihat, kita masuk di negara yang melakukan vaksinasi nasional,” ujarnya.

Berdasarkan penelitian HOGI melalui skrining terhadap 1.000 perempuan di Indonesia, kata Andrijono, satu di antaranya terkonfirmasi menderita kanker serviks. “Kalau di Indonesia ada 60 juta perempuan berisiko tinggi, itu datanya sebetulnya sekitar 60 ribu orang,” katanya.

Menurut Andrijono, sampai sekarang masih 85 persen perempuan dengan stadium lanjut kanker serviks. “Data kita juga yang terakhir rata-rata 93,9 persen meninggal dalam waktu 2 tahun. Jika pasien datang dengan stadium lanjut, bisa perkirakan dia akan meninggal dalam dua tahun. Hanya 7 persen yang bisa bertahan lebih dari 2 tahun,” katanya.

Spread the love