081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Trik ‘Me Time’ Efektif untuk Perempuan Sibuk

Trik ‘Me Time’ Efektif untuk Perempuan Sibuk

Haidiva.com-Banyak orang yang beranggapan perempuan harus multitasking. Bekerja atau ibu rumah tangga, perempuan sering dibebani tanggung jawab ganda yang menyita waktu. Ingin “me time”, atau menghabiskan waktu untuk diri sendiri, tapi takut kegiatan berantakan.

Dikutip dari Antaranews, Muara D. Makarim, seorang NLP-Certified Life Coach, memberikan beberapa tips agar me time bisa efektif. Bahkan meski hanya lima menit agar tidak merasa stres dan dapat menjalani hari dengan lebih tenang.

“Untuk benar-benar me time, idealnya 30 menit. Tapi kalau anaknya masih bayi, sungguh dimengerti bahwa ini susah sekali. Tapi ibu tetap bisa lakukan minimal lima menit sehari,” kata Muara saat jumpa virtual belum lama ini, ditulis Senin.

Baca juga: Benarkah perempuan lebih multitasking daripada laki-laki?

Caranya ialah dengan membuat jurnal di pagi hari. Muara menyarankan para ibu untuk bangun lima menit lebih awal. Setelah bangun, jangan cek handphone apalagi bermain media sosial atau chat dengan teman. Dalam waktu lima menit, para perempuan harus fokus pada diri sendiri dan membuat jurnal dengan menuliskan empat hal.

Isi jurnal di pagi hari

Menulis jurnal (newcomernet)

Tulisan pertama di pagi hari ialah apresiasi diri. Cobalah menuliskan kelebihan yang dimiliki atau yang sering dipuji orang lain. Pujilah pencapaian sekecil apapun melangkah.

Tulisan kedua tentang apresiasi terhadap hidup dengan menuliskan hal-hal yang bisa disyukuri.

“Misalnya, punya anak yang lucu, punya pasangan yang baik, bersyukur karena kita masih sehat dan punya pendapatan setiap bulan,” ujar Muara.

Baca juga: Belajar bersyukur dengan cara mudah, tak sekadar ucapan

Ketiga, menuliskan tiga prioritas yang akan dilakukan pada hari itu. Muara tidak menganjurkan untuk menulis lebih dari tiga karena akan membebani otak.

“Dan jangan anggap tiga hal itu sebagai pekerjaan, tapi anggap menjadi sesuatu yang menyenangkan,” imbuhnya.

Keempat, menuliskan sesuatu yang ingin dicapai dalam hidup meskipun belum terjadi. Misalnya hidup yang lebih tenang dan seimbang di masa datang.

Muara menjelaskan, bahwa saat kita menulis hal yang kita inginkan berulang-ulang, maka otak akan mencerna bahwa hal tersebut sudah terjadi. Setelah itu, otak akan berkomunikasi dengan badan yang menyebabkan hidup menjadi lebih tenang dan seimbang.

Spread the love