081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Tips Investasi Bitcoin untuk Pemula, Agar Tak Merugi

Tips Investasi Bitcoin untuk Pemula, Agar Tak Merugi

Haidiva.com-Investasi Bitcoin tengah naik daun. Mata uang kripto ini tiba-tiba menjadi favorit bagi para pencari cuan. Namun, investasi Bitcoin tetaplah harus dilakukan hati-hati agar pembelian tak merugi.

Bagi para pemula, ada tips membeli Bitcoin dari Bloomberg. Pelajari, agar kamu tak merugi.

Bitcoin, apa yang sebenarnya kamu beli?

Minimalisir kerugian investasi bitcoin (istimewa)

Menurut Guru Besar London School of Economics, Carsten Sorensen, Bitcoin bukanlah koin sungguhan melainkan hanya sebuah angka. Menurut protokol pendirian, hanya ada 21 juta Bitcoin yang tercetak. Sehingga, harga Bitcoin menjadi naik turun tergantung penawaran dan permintaan.

Bitcoin dapat dipecah menjadi delapan angka desimal. Pecahan terkecil pun bisa dijual belikan. Misalnya, bila harga satu keping Bitcoin senilai USD 19.000 sedangkan uangmu hanya USD 100. Maka, kamu hanya dapat 0,0053 Bitcoin

Baca juga: Prediksi ancaman keuangan 2021. Awas pembobolan dompet Bitcoin-mu!

Dompet Bitcoin

Dompet Bitcoin atau Bitcoin Wallet (Bitcoin Market Journal)

Kamu tidak dapat membeli Bitcoin sampai memiliki dompet. Dompet Bitcoin adalah alamat untuk mengirim Bitcoin yang telah Kamu beli. Bentuknya bukanlah seperti kantong uang biasa melainkan alamat virtual. Beberapa Dompet Bitcoin yang terkenal adalah Blockchain.com, Exodus, Electrum, dan Mycelium. Kamu bisa mengaksesnya melalui telepon genggam atau PC.

Adapula dompet Bitcoin dalam bentuk Hardware yang merupakan tempat menyimpan Bitcoin yang sepenuhnya terputus dari internet. Hal ini bertujuan untuk mencegah pencurian online atau hacker. Kabar baiknya, kita dapat membuka banyak dompet gratis. Hanya saja ini perlu biaya untuk memindahkan Bitcoin ke dalam atau ke luar dompet.

Cara membeli Bitcoin

Perlu perencanaan matang untuk investasi Bitcoin (istimewa)

Caranya tentu harus masuk ke bursa jual beli. Kamu perlu membuat akun dan memasukkan metode pembayaran. Di bursa tertentu, Kamu akan dimintai informasi seperti detail rekening bank, kartu kredit atau kartu debit yang digunakan. Kamu juga harus menunjukkan identitas resmi seperti KTP, SIM, atau Paspor.

Setelah akun terverifikasi, Kamu dapat mulai membeli Bitcoin dengan metode pembayaran yang telah dipilih. Setelah itu, Bitcoin akan ditransfer ke dompet virtualmu. Kegiatan selanjutnya adalah mengamati pergerakan atau fluktuasi harga. Kalau harganya sedang tinggi dan kamu butuh uang, jual saja Bitcoin-mu.

Baca juga: Kenali 3 tipe investor sebelum memulai investasi

Membeli barang dengan Bitcoin

Transaksi jual beli barang ada yang bisa menggunakan Bitcoin (medium)

Bitcoin bisa digunakan untuk membeli barang seperti uang biasa. Hanya saja, toko atau vendor yang Kamu tuju sudah menerimanya sebagai pembayaran. Mulai dari toko-toko kecil hingga resor ski di Swiss juga ada yang menerimanya. Tapi jarang sekali orang menggunakan Bitcoin sebagai mata uang melainkan investasi, seperti kita membeli dan menyimpat emas batangan.

Beberapa pengamat keuangan memang meragukan cryptocurrency akan menjadi mata uang universal dalam waktu dekat. Tetapi Bitcoin sebagai alat pembayaran mendapat dorongan setelah PayPal Holdings Inc mengumumkannya Oktober lalu. Perusahaan ini mengatakan pelanggan dapat menggunakan Bitcoin atau mata uang virtual lainnya untuk berbelanja di 26 juta pedagang di jaringannya.

Mengenal Bitcoin Funds

Bitcoin mulai diliris sebagai portofolio aset (istimewa)

Bitcoin Funds telah menjadi berita tahun 2020 tetapi sulit dijangkau investor biasa. Pada bulan Agustus, Fidelity Digital Assets mengumumkan peluncuran reksa dana Bitcoin pertamanya. Investasi Bitcoin ini dikelola secara pasif melalui penasihat investasi terdaftar, dan lembaga pengelola keuangan lainnya. Namun, dana yang bisa dikelola minimal USD 100.000 atau setara Rp 1,47 miliar.

Bitcoin Funds, menurut Twin Cities Wealth’s Menard, berarti dana semacam ini mungkin tidak tepat untuk kebanyakan orang. Bitcoin jenis ini dimaksudkan sebagai portofolio keuangan. Jadi hanya orang kaya saja yang bisa memilikinya.

Spread the love