081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Tips Beli Makanan di Tempat Wisata, Agar Tak Menyesal

Tips Beli Makanan di Tempat Wisata, Agar Tak Menyesal

Haidiva.com-Setelah viral pecel lele mahal di Malioboro Yogyakarta, publik kembali ramai dengan postingan tentang warung mie instan mahal di Puncak, Bogor. Netizen tersebut mengunggah nota yang menunjukkan harga telur setengah matang yang mencapai Rp 25.000 per butir.

Selain harga yang dipatok terlalu mahal, masalah lain makanan di tempat wisata adalah kebersihan dan rasa. Alih-alih menikmati liburan, kita bisa sakit perut lantaran makanan kurang higienis.

Agar tak menyesal, berikut cara membeli makanan di tempat wisata.

Pastikan harga terlebih dahulu

Nota yang menunjukan harga telur setengah matang

Sebelum membeli makanan, pastikan harga terlebih dahulu agar tak merasa tertipu. Tanyakan secara mendetail kepada penjual mengenai porsi dan apa saja yang diperoleh dari harga tersebut. Bila memungkinkan, pilih tempat makan yang telah menyediakan daftar harga.

Baca juga: Tips liburan aman di tengah pandemi Covid-19

Perhatikan kebersihan

Jajanan india yang terkenal memakai tangan

Untuk menjamin kesehatanmu, perhatikan tempat makan yang kamu pilih. Misalnya seberapa banyak lalat di sekitar warung, dekat atau tidaknya dengan selokan, bau yang tercium, hingga cara membuang sisa makanan. Kebersihan alat makan yang disediakan juga wajib dilihat.

Bila sungkan menolak makanan. Penggunaan handsanitizer diperlukan jika tidak ada air yang mengalir. Kamu bisa memanfaatkan tisu basah untuk membersihkan alat makan. Jangan lupa bawa obat diare untuk antisipasi salah makan.

Baca juga: Tips sehat selama liburan

Pilih tempat ramai

Kuliner ramai (The Hungry Doctor)

Tempat ramai biasanya membuktikan rasa dan harga cocok bagi pembeli. Kenyamanan tempat makan juga bisa dilihat dari seberapa banyak pengunjung. Apalagi kalau rumah makan itu memberikan promo khusus.

Kekurangan rumah makan ramai adalah waktu tunggu dan pelayanan yang relatif lama. Masalah lain adalah riuhnya suara pengunjung menyebabkan acara makan jadi tidak tenang. Jadi, tempat makan ramai tidak cocok untuk pembeli yang datang sendirian karena bikin mati gaya.

Pilih makanan khas

Tahu Campur Senojaya (istimewa)

Salah satu tujuan datang ke tempat wisata ialah menikmati budaya dan ciri khas wilayah tersebut. Jadi, cari menu makanan khas yang jarang ditemui di tempat lain. Jangan segan bertanya pada warga lokal mengenai makanan khas yang mempunyai rasa otentik dan asli.

Spread the love