081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Tak Hanya Tempe Tahu, Kuliner Fermentasi Nusantara

Tak Hanya Tempe Tahu, Kuliner Fermentasi Nusantara

Haidiva.com-Indonesia dikenal mempunyai kuliner khas yang sangat kaya. Salah satunya tentang makanan fermentasi. Tak hanya seperti tempe dan tahu, banyak makanan fermentasi nusantara yang enak dinikmati. Tentunya, semua olahan ini baik untuk pencernaan kita.

Dikutip dari Kemeneterian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, ini beberapa makanan kuliner fermentasi nusantara. Pilihan baru selain tempe dan tahu.

Oncom dari Jawa Barat

Oncom (instagram.com/tahu_gerowomen)

Makanan fermentasi ini diolah hingga keluar kapang alias jamur seperti tempe. Bedanya, oncom dijual dan dikonsumsi setelah kapang menghasilkan spora sedangkan tempe masih dalam tahapan hifa.

Oncom dibuat dari kacang tanah yang dicampur singkong sebelum diolah bersama kapang. Oncom mengandung protein dan karbohidrat tinggi. Kekurangannya dibanding tempe adalah warna yang kurang sedap dipandang mata.

Baca juga: Aneka olahan tempe, alternatif menu di rumah

Oncom sedap dimasak dengan cara digoreng kering atau dijadikan campuran sambal. Bisa juga diolah menjadi oncom leunca atau isian combro.

Brem dari Jawa Timur

Brem

Brem adalah makanan dari seran keta hitam yang diendapkan dalam waktu sehari semalam. Setelah itu, endapan ini difermentasikan dan dimasak hingga kering. Setelah jadi, bentuknya seperti lempengan berwarna kuning. Ketika dimasukkan dalam mulut, brem mencair dan terasa semriwing.

Mengonsumsi brem bisa memperlancar peredaran darah. Hal ini dapat memperbaiki metabolisme tubuh dan mengurangi risiko stroke dan penyakit jantung.

Gatot dari Yogyakarta

Gatot terbuat dari fermentasi ketela alias gaplek. Makanan ini menjadi pengganti nasi bagi sebagian orang. Dimakan dengan sayuran, gatot biasanya ditambahkan dengan gula merah, garam, dan parutan kelapa. Rasanya gurih campur manis.

Meski identik dengan makanan kelompok menengah ke bawah, gatot sejatinya mempunyai kandungan gizi yang baik. Di dalamnya terdapat protein dan asam amino.

Baca juga: Rekomendasi camilan rendah kalori, salah satunya yoghurt

Dadih dari Sumatera Barat

Dadih (instagram.com/gadahaodahad7149)

Dadih adalah yoghurt dengan kearifan lokal. Terbuat dari susu kerbau yang difermentasikan di dalam wadah bambu. Proses fermentasi berlangsung 2-3 hari dalam suhu ruangan.

Dadih biasanya disantap sebagai sarapan di pagi hari. Layaknya yoghurt yang mempunyai bakteri baik, dadih baik untuk pencernaan dan menurunkan kolesterol. Selain itu, kuliner fermentasi ini mampu mencegah kanker dan antivaginitis.

Tempoyak dari Sumatera Selatan

Tempoyak (Brilio)

Tempoyak menjadi makanan favorit bagi turis yang berkunjung ke Palembang. Tempoyak terbuat dari daging durian yang difermentasi selama 3-5 hari. Rasanya manis asam mengikuti durian yang dipilih.

Tempoyak menjadi bumbu utama yang nikmat untuk daging ayam maupun pindang patin. Tak hanya dijadikan sup tempoyak, aneka daging dan ikan ini juga bisa dijadikan pepes dengan mencampur bahan fermentasi tersebut.

Spread the love

One thought on “Tak Hanya Tempe Tahu, Kuliner Fermentasi Nusantara

  1. Mitos Minum Susu, Ini Fakta Benar Salahnya
    February 7, 2022 at 11:16 am

    […] Baca juga: Dadih, yoghurt nusantara olahan susu […]

Comments are closed.