Rekomendasi Wisata Museum di Surabaya

Rekomendasi Wisata Museum di Surabaya

Haidiva.com-Berlibur identik dengan bepergian ke tempat dengan nuansa alam yang indah, seperti taman, pantai hingga pegunungan. Namun tidak banyak dari kita akan memilih Museum sebagai destinasi wisata untuk merelaksasikan pikiran sekaligus guna untuk menambah wawasan.

Sebagai Kota Pahlawan yang dikenal banyak menyimpan sejarah, Surabaya memiliki banyak destinasi wisata museum yang menarik untuk kamu kunjungi. Berikut rekomendasi Museum di Surabaya yang pastinya cocok untuk mengisi hari liburmu.

1. Museum Surabaya Siola

genpi.co

Terletak di pusat kota, museum ini berdiri megah di ujung persimpangan Jalan Genteng Kali dan Jalan Tunjungan. Bangunan museum ini dikenal dengan Gedung Siola yang sudah berdiri sejak tahun 1877.

Gedung ini memiliki sejarah panjang, mulai dari pembangunan yang dilakukan oleh investor Inggris bernama Robert Laidlaw, hingga jatuh ke tangan Jepang lalu diambil kembali oleh Pemkot Surabaya dan dikontrak oleh lima orang pengusaha untuk direnovasi dan difungsikan kembali. Huruf awalan dari nama lima orang pengusaha tersebut lah yang kemudian menjadi nama dari gedung ini, yaitu SIOLA. Hingga kemudian dirubah fungsinya menjadi Museum Surabaya.

Tak hanya memamerkan benda – benda bersejarah yang berkaitan dengan Kota Surabaya, terdapat juga artefak peninggalan yang pernah dimiliki oleh tokoh – tokoh legendaris dari Surabaya hingga kendaraan tempo dulu. Pastinya museum ini sangat menarik untuk kamu kunjungi supaya lebih tahu sejarah Kota Surabaya.

2. Museum Bank Indonesia

sygictravel.com

Museum ini terletak di sekitaran wilayah Surabaya Lama, tepatnya di Jalan Garuda No. 1. Sebelum berubah nama menjadi Museum Bank Indonesia, gedung ini dahulu bernama De Javasche Bank, sebuah bank yang didirikan oleh pemerintah Belanda pada tahun 1828 dan berpusat di Batavia.

Perubahan nama menjadi Bank Indonesia dilakukan pada tahun 1953. Gedung ini mulai berhenti operasional sebagai bank pada tahun 1973. Kemudian, pada tahun 2012, gedung De Javasche Bank ini dinobatkan sebagai bangunan cagar budaya milik Bank Indonesia dan dijadikan sebagai museum yang memamerkan berbagai barang – barang bersejarah mengenai perbankan, mulai dari mesin pencetak uang, sejarah bentuk uang, arsip dan sebagainya.

3. House of Sampoerna

tribunnews.com

Bangunan bergaya Kolonial Belanda ini dibangun sejak tahun 1858 di sekitaran wilayah Surabaya Lama, tepatnya di jalan Taman Sampoerna No. 6. Gedung ini awalnya merupakan tempat panti asuhan yang dikelola oleh Belanda.

Kemudian pada tahun 1893, bangunan ini dibeli oleh seorang pengusaha bernama Liem Sieng Tee dengan tujuan untuk mendirikan pabrik rokok Sampoerna. Hingga kini, bangunan megah dengan 4 pilar ini masih menjadi tempat produksi rokok sekaligus museum yang dikenal dengan House of Sampoerna dan menjadi situs bangunan bersejarah di Kota Surabaya.

Tidak hanya museum, House of Sampoerna juga menyediakan bis yang bernama Surabaya Heritage Track. Bis ini beroperasi untuk tujuan tur mengelilingi tempat bersejarah di Kota Surabaya. Layanan tur kota ini gratis dan jika kamu berminat, bisa langsung saja datang ke House of Sampoerna.

4. Museum Sepuluh November

gomuslim.com

Museum ini memiliki bentuk arsitektur yang sangat menarik. Letaknya berada di dalam komplek Tugu Pahlawan yang merupakan monumen ikonik Kota Surabaya. Bentuk bangunannya yang unik tidak dibuat tanpa alasan.

Berdasarkan tinggi, ruas dan setiap garisnya mengandung makna 10, 11 dan 1945 yang merupakan Hari Pahlawan yakni 10 November 1945. Maka dari itu, museum ini dinamakan museum Sepuluh Nopember untuk mengabadikan dan mengenang hari Pahlawan di mana pada masa itu terjadi pertempuran hebat yang dilakukan oleh arek – arek Suroboyo melawan serdadu Belanda di Kota Surabaya.

Museum Sepuluh Nopember terdiri dari 2 lantai. Di lantai pertama dipamerkan patung yang melambangkan bentuk perjuangan arek Suroboyo, sedangkan di lantai 2 terdapat pameran berbagai senjata, foto – foto dokumenter dan peninggalan Bung Tomo.

5. Monumen Kapal Selam

monkasel.id

Sesuai namanya, monumen ini bukan sekedar bentuk monumen biasa, melainkan benar – benar menggunakan kapal selam sebagai bangunan monumennya. Kapal selam ini bernama KRI Pasopati yang didatangkan langsung dari Vladivostok, Uni Soviet dan dimiliki resmi oleh Indonesia pada tahun 1962. Hingga pada tahun 1989, kapal selam Pasopati berhenti beroperasi. Monumen yang biasa disebut dengan Monkasel ini terletak di Jalan Pemuda, tepat berada di antara sungai Kalimas, Surabaya dan Plaza Surabaya.

Di museum ini terdapat pemandu wisata yang sigap menemani dan menjelaskan seluk beluk kapal selam kepada pengunjung. Di dalam museum ini benar-benar menyerupai isi kapal selam yang terdiri dari berbagai ruang kontrol, kemudi, periskop, kompas, torpedo, dan masih banyak lagi. Selain bisa mengetahui isi dari kapal selam, kita juga bisa mendapatkan wawasan mengenai bagaimana kapal selam bekerja, teknologi perkapalan, hingga kemaritiman Indonesia, khususnya di Surabaya.

6. Museum Pendidikan

suarasurabaya.net

Museum ini merupakan museum baru yang berada di Surabaya, yaitu, Museum Pendidikan. Museum ini sukses menarik perhatian warga Surabaya. Lokasinya berada di Jalan Genteng Kali 10, tepat di sebelah Taman Ekspresi.

Suasana di kompleks Museum Pendidikan Surabaya ini tidak hanya enak dipandang, suasananya pun begitu asri, tenang dan damai, bisa menjadi lokasi yang tepat untuk melepas penat dari hiruk – pikuk Kota Surabaya.

Sebelum dijadikan museum, awalnya gedung dengan nuansa serba putih ini merupakan bekas Sekolah Taman Siswa.
Museum pendidikan punya alur cerita yang menarik. Jalurnya disesuaikan dengan storyline periode masa dinamika pendidikan di Indonesia. Dari zaman pra aksara, klasik, kolonial, hingga kemerdekaan. Beberapa koleksinya yang berjumlah sekitar 850 buah, mencakup historika, filologika, heraldika, etnografikia, keramologika, dan teknologika.

Bagi pengunjung anak – anak, museum ini bisa sangat menginspirasi. Mereka bisa belajar banyak hal mengenai perjuangan para pendahulu dalam mengenyam pendidikan. Sedangkan bagi orang dewasa. Museum Pendidikan bisa memberikan kesan nostalgia.

Spread the love