Pertanyaan untuk Financial Advisor Sebelum Kamu Memilihnya

Pertanyaan untuk Financial Advisor Sebelum Kamu Memilihnya

Haidiva.com-Akhir-akhir ini, media sosial diramaikan topik mengenai investasi dan kekecewaan karena salah memilih penasihat keuangan  (financial advisor) atau perencana keuangan (financial planner). Alih-alih meraup keuntungan, uang pengguna financial advisor malah tergerus gara-gara salah membeli saham emiten. Nilai tak main-main, mulai puluhan juta hingga ratusan juta lenyap padahal uang tersebut hasil dari tabungan bertahun-tahun.

Nah, agar harapan untuk tak jadi buntung, kita perlu mencari  financial advisor yang tepat. Dikutip dari Forbes, ada beberapa pertanyaan yang mesti ditanyakan kepada financial advisor sebelum memilih menggunakannya.

Keahlian di bidang keuangan apa yang dimiliki?

Sebelum memilih financial advisor, kita harus memastikan keahlian yang mereka miliki lewat sertifikat yang mereka punyai. Semakin tinggi maka akan semakin bagus karena tak mudah mendapatkannya. Sebagai informasi, salah satu sertifikat yang bergengsi dan dapat dipertimbangkan sebagai financial advisor yang tepat adalah Certified Financial Planner (CFP) dan Chartered Financial Analyst (CFA). Pemilik CFP mempunyai kemampuan di bidang perencanaan keuangan. Sedangkan CFA mempunyai keahlian manajemen investasi hingga alokasi aset.

Baca juga: Kapan Investasi Terbaik?

Bila tidak punya kedua sertifikasi tersebut, kamu bisa menanyakan portofolio investasi yang pernah dia tangani. Ingat, terkadang perusahaaan penyedia jasa pengelolaan keuangan yang ternama bukan berarti semua financial advisor yang berada di bawahnya mempunyai keahlian mumpuni.

Bagaimana standar pelayanan jasa keuangannya?

Ketahuilah, bagaimana financial advisor melayani klien. Setiap financial advisor pasti selalu mengatakan dialah yang terbaik. Mintalah mereka menunjukan dokumen tertulis atau email dengan kata fiduciary di atasnya yang berarti dia terikat tugas fidusia. Penasihat keuangan yang diatur oleh tugas fidusia terikat oleh undang-undang untuk bertindak demi kepentingan terbaik klien. Hal ini melindungi investor individu dari penasihat yang memanfaatkannya.

Apakah kliennya mendapatkan nasihat perencanaan keuangan yang komprehensif?

Data survey menunjukkan bahwa klien yang mendapatkan rencana keuangan yang komprehensif akan puas dengan financial advisor mereka. Tanyakan pada calon financial advisor-mu apakah mereka memberikan perencanaan keuangan yang komprehensif alias lengkap dan mendetail. Apakah mereka meninjau asuransi jiwa? Apakah mereka melakukan perencanaan pensiun, rencana perumahan, perawatan jangka panjang? Semakin banyak dan detail semakin bagus.

Baca juga: Cara Menghindari Invetasi Bodong

Bagaimana dia mendapatkan kompensasi dari pemberian nasihat keuangan?

Tidak ada model kompensasi yang benar atau salah, tapi memahami kompensasi dapat membantumu melihat apakah mereka mempunyai konflik kepentingan atau tidak. Jika mereka dibayar untuk menjual beli, mereka akan menetapkan target pada seberapa banyak saham tersebut bisa mereka jual atau beli. Apakah mereka dibayar untuk mengelola investasi? Kalau iya, keuntungan mereka selaras dengan besar kecilnya perkembangan hasil investasi milikmu.

Apa filosofi perencanaan keuangannya?

Kita perlu menemukan financial advisor yang mempunyai filosofi keuangan yang sama agar sejalan dengan keinginan dan kebutuhan kita. Jika kamu lebih suka keamanan investasi pasif, ahli strategi keuangan aktif tentu tidak cocok.**

Spread the love

1 thought on “Pertanyaan untuk Financial Advisor Sebelum Kamu Memilihnya

Comments are closed.