Ode Dini Hari untuk Tante Jean

Ode Dini Hari untuk Tante Jean

Haidiva.com-Tante Jean adalah perempuan istimewa yang diciptakan Tuhan. Segala bentuk keajaiban akan kita temukan pada beliau. Banyak hal yang harus kupelajari darinya. Mungkin aku tidak akan sanggup menjalani hidup seperti yang Tante Jean alami.

Tante Jean adalah adik dari almarhumah ibu. Sejak ibu meninggal di usia satu tahun lima bulan, mendadak aku diasuh oleh Tante Jean. Rumah nenek menjadi tempat tinggalku sampai dewasa. Tante Jean masih sangat muda dan belum berkeluarga. Jadi beliau yang bertanggung jawab mengurusku layaknya seorang anak kandung.

Ketelatenan Tante Jean tidak hanya tampak saat mengurusku. Beliau termasuk orang yang rapi dan sistematis. Namun tidak melulu kaku karena hatinya sangat fair. Siapapun akan nyaman jika sudah mengenal hatinya. Aku tidak tahu dari mana Tante Jean berlatih mengurus anak sebelumnya. Jika memang tidak telaten, aku tidak akan memiliki berat badan ideal saat itu. Mungkin juga aku akan terkena penyakit gatal-gatal dan sebagainya. Tapi tidak, aku diurus dengan sangat baik. Terbukti dari prestasi pertamaku di sekolah Taman Kanak-kanak yang berhasil menjadi juara kelas.

Waktu bergulir dengan cepat dan Tante Jean harus menikah. Saat itu aku duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan telah pandai mengurus diri sendiri. Siapa yang tidak bahagia dengan pernikahan Tante Jean? Apalagi Tante Jean telah melahirkan seorang anak laki-laki. Kusayangi adik sepupu tersebut dengan sepenuh hati, teringat akan Tante Jean yang menyayangiku selama ini.

Namun perlahan ada yang tidak beres dengan beban Tante Jean. Aku tidak tahu mengapa omku (suami Tante Jean) enggan untuk bekerja. Mungkin masalah peralihan daerah baru pikir kami saat itu. Tapi lambat laun memang ia seperti pasrah akan keadaan. Sehingga Tante Jean-lah yang bertarung di medan perang seorang diri, berusaha agar dapur tetap mengepul. Kami menyebutnya medan perang karena pekerjaan tante butuh pengorbanan yang cukup tinggi.

Butuh ketahanan luar biasa untuk melakukan pekerjaan seperti Tante Jean. Waktu bekerja yang di luar jam normal. Tante harus memasak makanan untuk dijual saat semua orang terlelap. Tante rela jika mimpi indah tak lagi sudi menyapanya. Mulai pukul dua belas malam, Tante Jean akan berkutat di dapur. Hingga adzan Subuh berkumandang, makanan tersebut akan dibawa ke pasar.

Tentu Tante Jean juga yang menjualnya seorang diri. Bayangkan, di saat kurang tidur dan lelah yang cukup berat, di saat itu pula beliau harus berdiri melayani pembeli yang mengantri. Orang gila, orang mabuk, pembeli cerewet, semua sudah dihadapi Tante Jean seorang diri. Ada juga teman setia tante di pasar sana yang berbaik hati. Pedagang asongan dan tukang parkir terkadang memberi perhatian pada tante. Mereka memang sering diberikan makanan gratis oleh Tante Jean.

Jangan pikir hanya sebatas itu perjuangan Tante Jean. Apakah pernah terpikir di benak kita, siapa yang mengangkat beberapa liter air dan beberapa dandang makanan itu semua? Tentu saja Tante Jean. Padahal, itu sebenarnya pekerjaan seorang lelaki. Tapi Tante Jean tidak pernah mengeluh. Ia simpan semua beban itu seorang diri. Bahkan saat ia harus mengalami keguguran sebanyak lima kali karena lelah yang menggerogoti. Hingga satu-satunya janin yang berhasil selamat adalah adikku itu.

Semoga kelak kami dapat membahagiakan Tante Jean.  

Penulis: Geti Oktaria Pulungan

Peserta kompetisi “Lomba Menulis Artikel dengan Tema Strong Women” yang diadakan Haidiva.com dalam memperingati Hari Ibu.

Spread the love