081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Mindful Snacking, Solusi Ngemil di Saat Pandemi

Mindful Snacking, Solusi Ngemil di Saat Pandemi

Haidiva.com-Banyak orang yang merasa tertekan saat menghadapi kondisi pandemi yang serba tak pasti. Untuk mengatasi kecemasan, beberapa dari kita lari ke makanan untuk mengatasi kecemasan. Agar camilan tak membuat timbangan meningkat dan keuangan boros, kita perlu melakukan aktivitas dengan sadar alias mindful snacking.

“Cemilan adalah sumber kebahagiaan. Secara sosial makanan adalah perekat dan jembatan di antara masyarakat. Ini sudah menjadi kearifan lokal, makan bersama itu pelumas ketegangan,” kata pengamat sosial dari Universitas Indonesia Devie Rahmawati, dalam webinar, Selasa (12/1).

Devie mengatakan camilan menjadi cara sederhana untuk keluar dari kebosanan di rumah selama pandemi. kebiasaan masyarakat Indonesia mengudap melonjak selama pandemi 2020 sehingga berat badan melonjak. Karena itulah, ia menyarankan agar masyarakat melakukan mindful snacking.

Baca juga: Stres, dan gangguan jiwa lainnya yang perlu kamu tahu

Dikutip dari berbagai sumber, berikut fakta ngemil masyarakat Indonesia selama pandemi.

Survei tentang ngemil

Camilan junkfood (istimewa)

Mondelez mengeluarkan survei pada Oktober 2020 dengantajuk “The State of Snacking 2020” yang memantau Indonesia dan 11 negara lainnya. Hasilnya menunjukkan bahwa 60 persen orang Indonesia lebih banyak ngemil selama pandemi dibandingkan sebelumnya.

Masyarakat Indonesia sendiri rata-rata mengkonsumsi tiga kali makanan ringan per hari. Angka ini melebihi jumlah rata-rata global. Bahkan, banyak orang yang mengganggap ngemil menjadi hal yang sangat penting selama pandemi, angkanya 64 persen.

Orang yang ngemil di saat pandemi mempunyai waktu yang lebih spontan dan variatif. Sebanyak 60 persen responden mengaku bahwa jadwal ngemil mereka menjadi lebih tidak terencana dan berbeda setiap harinya. Data masyarakat Indonesia menunjukkan 84 persen responden menyatakan bahwa camilan merupakan salah satu sumber kebahagiaan mereka. Sebanyak 81 persen merasa camilan bisa memberikan semangat tersendiri sepanjang hari.

Baca juga: Cara mengatasi anak stres karena belajar di rumah

Anak yang paling sering mengalami kebosanan saat beraktivitas di rumah saja. Karena itulah, survei menunjukkan 94 persen orang tua mengandalkan camilan untuk menghibur anak-anaknya selama pandemi. Bahkan, 77 persen orang tua telah menjadikan kebiasaan ngemil sebagai tradisi baru bagi keluarga.

Dikutip dari Antaranews, artis sekaligus seorang ibu Novita Angie mengatakan camilan tak hanya menjadi hiburan tetapi juga membangun kedekatan antar-keluarga.

Kabar baiknya, masyarakat lebih sadar gizi saat memilih camilan di rumah. Sebanyak 66 persen responden mengatakan mereka mencari camilan yang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya. Mereka memilih camilan berdasarkan aromanya, teksturnya, dan rasanya.

Baca juga: Camilan sehat ala bidadari Vicoria’s Secret

Mengudap dengan sadar

people and healthy eating concept – happy couple cooking food at home kitchen

Mindful snacking alias mengudap dengan sadar bisa menjadi jalan tengah bagi para pencinta camilan. Kita masih bisa menikmati camilan lezat untuk mengurai stress tetapi juga meminimalisir dampaknya.

Novita memberikan kiat agar bisa melakukan ngemil sadar. Caranya dengan menakar jumlah kudapan yang dikonsumsi sampai memerhatikan bahan baku dalam kudapan, apakah nutrisi dalam kudapan memang dibutuhkan tubuh.

“Orang kan sering ngemil enggak sadar, saking asyiknya tiba-tiba makanannya habis tanpa sadar, makanya dengan mindful snacking mungkin bisa jadi cara baru untuk untuk mengudap,” kata Novita.

Baca juga: Cara makan mie instan tanpa naik berat badan

Survei lain menunjukkan 211 mahasiswa di Inggris yang melakukan mindful snacking semakin pintar memilih makanan. Mereka sadar dan mampu menkategorikan makanan sebagai sebagai aktivitas sosial, karena tekanan dari orang lain, sebagai mekanisme mengatasi stres, atau sebagai hadiah. Alhasil, para mahasiswa ini lebih mencintai diri sendiri, dan mengontrol perilaku makan.

Dikutip dari Psychology Today, ada beberapa cara melakukan mindful snacking. Pertama, mengatur nafas saat hasrat ngemil mulai bangkit. Dengan mata tertutup atau terbuka, tariklah nafas dalam-dalam dan fokus pada diri sendiri. Pikirkan lagi, keinginan ngemil karena benar-benar lapar atau karena merasa tertekan.

Kedua, kita jangan bersedih hati saat tak bisa mengontrol hasrat ingin makan. Katakan pada diri sendiri untuk kembali mengontrol pola makan dan maafkan hasrat yang sulit dikendalikan.

Baca juga: Aktivitas menarik di rumah saja

Ketiga, ialah melibatkan indra penciuman, penglihatan, dan pengecap, apakah makanan benar-benar menarik? Lewat indra tubuh, kita juga bisa menilai penting atau tidaknya nutrisi atau kandungan kudapan tersebut.

Keempat, pelajari alasan ingin ngemil. Apakah kita makan karena betul-betul lapar atau sekadar tak ada pekerjaan, bahkan hanya untuk mengendalikan perasaan bosan. Terima itu. Perhatikan juga saat keinginan ngemil telah terpenuhi, hanya kenyang atau kenyamanan yang lain.

Kelima, perluas opsi untuk menyenangkan diri. Mengendalikan stres tak hanya bisa dilakukan lewat makanan. Kamu bisa melakukan aktivitas menyenangkan lain sehingga hasrat ngemil bisa ditekan.

Nah, itu tadi pengertian mindful snacking. Ngemil dengan sadar menjadi solusi mengudap saat pandemi.

Spread the love