081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Mengenal Tes RT Lamp Saliva, Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur

Mengenal Tes RT Lamp Saliva, Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur

Haidiva.com-Sungguh tak nyaman melakukan tes swab dengan mengambil cairan droplet dari ujung hidung. Tak sedikit yang merasakan nyeri saat hidung dicolok. Apa mau dikata, ini cara yang paling banyak digunakan untuk mendeteksi Covid-19. Untungnya, ada alternatif baru salah satunya tes RT Lamp Saliva.

Tes RT Lamp Saliva adalah bagian inovasi dari perkembangan pengujian cepat COVID-19 dengan air liur. KalGen Innolab, anak usaha Kalbe Farma, menawarkan pengetesan RT Lamp Saliva itu dengan menggunakan sampel air liur. Metode ini tergolong baru dalam pengetesan COVID-19.

“Metode RT Lamp dengan sampel air liur ini memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin melakukan tes COVID-19. Tidak perlu dicolok hidungnya, cukup menggunakan air liur dan memberikan hasil dengan akurasi yang tinggi,” kata Head External Communication Kalbe Farma Hari Nugroho melalui siaran persnya.

Berikut kelebihan dari metode RT Lamp Saliva, deteksi Covid-19 yang memakai sampel air liur.

Baca juga: Tak bunuh Covid-19, minum minyak kayu putih justru berbahaya

Lebih Akurat

Mengenal Tes RT Lamp Saliva, Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur (New Tork Times)

Hari Nugroho menyebut RT Lamp Saliva dikategorikan sebagai tes diagnostik, bukan rapid test. Akurasinya lebih baik dari rapid test swab Antigen yang saat ini umum digunakan.

Metode RT LAMP (Reverse Transcription Loop Mediated Isothermal Amplification) dapat mendeteksi secara spesifik asam nukleat yang ada dalam droplet. Asam ini merupakan material genetik dari virus SARS-CoV-2. Kalbe Farma menngeklaim akurasi alat pengetesan RT Lamp Saliva mencapai 98 persen.

Mudah dilakukan

Dokter memeriksa anak sambil mengenakan masker untuk melindungi dari perpindahan COVID-19 (Utah Edu).

RT Lamp Saliva tak membutuhkan alat khusus seperti swab yang bisa menimbulkan risiko muntah atau ngilu di pangkah hidung. Cukup mengambil sampel air liur yang di dalam mulut sehingga lebih nyaman. Pengetesan dengan metode RT Lamp Saliva dianggap lebih nyaman untuk anak- anak dan orang yang hipersensitif.

Baca juga: Bepergian aman di saat pandemi Covid-19

Sudah digunakan di banyak negara

Mengenal Tes RT Lamp Saliva, Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur (New York Times)

Pemeriksaan menggunakan metode RT Lamp Saliva sudah dilakukan di berbagai negara untuk tes COVID-19. Beberapa negara seperti Jepang, Vietnam, Hongkong, Inggris, Belanda, Swedia ,Spanyol, Jerman, Kanada, dan Selandia Baru telah lebih dulu memakai.

Saat ini, pemeriksaan RT Lamp di Indonesia telah tersedia dan dapat dilayani oleh Laboratorium Klinik KalGen Innolab dengan merk InnoLAMP. Alat dapat dilakukan oleh masyarakat umum secara mandiri dan dapat menjadi rujukan dari fasilitas kesehatan yang bekerjasama, terutama untuk area Jabodetabek.

Cepat diketahui

Mengenal Tes RT Lamp Saliva, Deteksi Covid-19 Pakai Air Liur (istimewa)

Berbeda dengan tes swab PCR yang membutuhkan satu hari, RT Lamp Saliva lebih cepat diketahu hasilnya. Memang tak secepat tes swab antigen yang hanya membutuhkan waktu satu jam setelah sampel diambil. Kita dapat mengetahi hasi RT Lamp Saliva dalam kurun waktu 9 jam.

Baca juga: Mengapa orang tak percaya pandemi Covid-19?

Meskipun pemeriksaan RT Lamp Saliva telah mendapatkan ijin edar dari Kementerian Kesehatan, karena menggunakan metode deteksi molekuler atau NAAT dengan teknologi RT-LAMP seperti RT-PCR namun pemeriksaan ini masih berproses agar bisa menjadi dokumen persyaratan perjalanan.

Kalbe Farma berharap, tes RT Lamp Saliva bisa segera disetujui pihak regulator sehingga dapat memberikan alternatif baru untuk pengetesan COVID-19 yang juga penting dalam penanganan pandemi.

Kekuarangannya ialah biaya yang lebih mahal daripada tes swab antigen. Biaya yang dipatok mencapai Rp 420.000 sekali uji. Tapi bila banyak laboratorium yang telah menyediakan tes ini, bukan mustahil lagi harga akan kian turun.

Spread the love