Mengapa Orang Sulit untuk Tetap Di Rumah Saja saat Pandemi COVID-19?

Mengapa Orang Sulit untuk Tetap Di Rumah Saja saat Pandemi COVID-19?

Haidiva.com-Egois, bodoh, jahat, sebutan yang sering disematkan kepada orang-orang yang tak mau tetap berada di rumah saja untuk sesuatu yang tak mendesak. Mereka seolah tak peduli bahaya virus corona atau COVID-19 dapat tersebar jika kita tidak jaga jarak fisik.  Kita sering merasa heran dengan perilaku tersebut. Namun sebenarnya, ada alasan psikologi mengapa orang tetap bandel dan menolak untuk bertahan di rumah saja.

Dikutip dari laman Psychology Today, pakar psikologi Julia Shaw membeberkan empat alasan mengapa orang sulit untuk tetap di rumah saja padahal tak ada kebutuhan yang penting untuk bepergian.

Baca juga: Virtual Travelling saat Di Rumah Saja

Logika tak sampai

Manusia berjuang untuk memahami masalah yang besar dan kompleks. Saat pandemi terjadi, beberapa orang kehilangan pikiran jernih dan menganggap ini hanyalah kisah distopia bukan kehidupan nyata. Ketidakmampuan menangkap kondisi pandemi ini dapat menyebabkan penyangkalan bahwa bahaya COVID-19 adalah nyata.

Mengentengkan COVID-19

Sebagian orang menganggap COVID-19 seperti penyakit flu biasa. Alhasil, mereka tetap bersosialisasi seperti biasa lantaran berpikir COVID-19 mudah disembuhkan. Padahal hingga per 1 September 2020, 848 ribu pasien COVID-19 telah meninggal dunia.

Baca juga: Lagu Disney Dongkrak Semangat saat Hadapi Pandemi Corona


Tak percaya

Getty Images

Inilah yang dirasakan oleh pihak yang merasa COVID-19 adalah konspirasi politik. Mereka tak percaya COVID benar-benar nyata dan menganggap ada pihak yang mengambil keuntungan dari pandemi ini.

Kebingungan

Extreme Quote

Kebingungan saat pandemi bisa menyebabkan orang-orang tak tahan untuk bertahan di rumah. Mereka merasa tak berdaya dan menyerah melakukan hal yang benar. Mengatasi ini, pemerintah dan tokoh masyarakat perlu melakukan kampanye dan penyebaran informasi agar yang kebingungan bisa tercerahkan.**

Spread the love