081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Makan Sedikit Tetap Gemuk? Ini Penyebabnya

Makan Sedikit Tetap Gemuk? Ini Penyebabnya

Haidiva.com-Rasanya susah sekali menurunkan berat badan yang gemuk padahal tidak banyak makan. Sebaliknya, kita sering melihat orang yang makan banyak tapi tetap langsing. Nyatanya, berat badan naik atau turun tak hanya menyangkut makanan tetapi juga aktivitas, stres, pola istirahat, hingga pola konsumsi yang tak tepat.

Berikut ini adalah penyebab tetap gemuk meskipun makan sedikit dikutip dari Kantor Berita Antara.

Terlalu banyak konsumsi makanan yang sudah diproses

(Broadya Machinery)

Makanan yang sudah diproses banyak mengandung gula, lemak jenuh, dan bahan pengawet. Makanan jenis ini ini memiliki kalori yang sangat tinggi, namun rendah akan nutrisi seperti serat dan protein. Makanan yang sudah diproses seperti aneka mie instan, fastfood, makanan atau minuman kaleng, dan lain sebagainya.

Baca juga: Makan Mie Instan Tanpa Naik Berat Badan ala Yulia Baltsun

Terlalu banyak konsumsi gula

Shutterstock

Konsumsi makanan atau minuman yang tinggi akan kandungan gula seperti permen, soda, minuman berenergi, es krim, es teh manis hingga aneka kopi kekinian, tentu saja dengan mudah dapat memperbesar ukuran pinggangmu. Banyak penelitian membuktikan bahwa konsumsi gula berlebihan tidak hanya dapat meningkatkan berat badan, namun juga meningkatkan risiko penyakit kronis seperti diabetes tipe 2 dan jantung koroner. Ingat juga, gula tak hanya ditemukan di makanan manis tetapi juga aneka tepung atau karbo seperti nasi.

Kurang beraktivitas

(Insider)

Kurangnya aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari menjadi salah satu penyebab meningkatnya berat badan dan timbulnya penyakit kronis. Hanya sibuk bekerja di balik meja, menonton TV, hingga mengendarai kendaraan adalah jenis-jenis aktivitas pasif. Nah, kamu bisa mengganti kegiatan sehari-hari dengan cara yang berbeda. Misalnya ganti kendaraan bermotor dengan sepeda. Membuat perubahan kecil bisa memberikan perubahan besar.

Terjebak dalam siklus pola makan “yo-yo”

(Istimewa)

Pola makan “yo-yo” adalah siklus dimana seseorang melakukan diet supaya berat badan turun, namun berat badannya juga cepat meningkat sehingga yang bersangkutan akan kembali melakukan diet ketat. Pola makan jenis ini rupanya memiliki risiko berat badan akan meningkat lebih banyak daripada sebelumnya. Menurut penelitian yang dilansir dari laman Healthline, kondisi ini disebabkan oleh respon fisiologis tubuh terhadap pola makan tersebut.

Baca juga: Diet Udara, Diet Gula Tanpa Makanan

Memiliki masalah kesehatan

The Journal

Selain gaya hidup, sejumlah penyakit atau kondisi medis juga bisa memiliki peran dalam meningkatnya berat badan seseorang. Kondisi hypothyroidism mempengaruhi kelenjar tiroid seseorang yang dapat memicu bertambahnya berat badan namun sulit untuk diturunkan. Selain itu depresi, kelainan pola makan hingga konsumsi obat-obat tertentu juga dapat memicu meningkatnya berat badan pada seseorang.

Spread the love