Lotteria Tutup dan Skandal Lotte Group ala Drakor

Lotteria Tutup dan Skandal Lotte Group ala Drakor

Haidiva.com-Lotteria, waralaba ayam goreng asal Korea Selatan memberikan pelayanan terakhir pada Senin, 29 Juni 2020. Restoran cepat saji ini akan menutup semua semua gerainya yang tersebar di Jabodetabek, Cikarang, Karawang, dan Bandung. Pengumuman ini diluncurkan di akun Instagram resmi Lotteria sejak 10 hari yang lalu. Sampai sekarang, alasan penutupan Lotteria belum diketahui.

Lotteria merupakan anak bisnis Lotte Group, korporasi terbesar nomor 5 di Korea Selatan. Selain penutupan Lotteria, ada cerita menarik tentang Lotte Group mulai dari perebutan warisan hingga  kasus korupsi. Kalau kamu pernah menonton drama Korea, Graceful Family, kisah perseteruan Lotte Group tak kalah seru dengan MC Group yang didirikan oleh ‘kakek’ dari Mo Seok Hee (Im Soo Hyang).

Dikutip dari Japan Times, Lotte Group didirikan oleh Shin Kyuk Ho di tahun 1960-an dengan bisnis awalnya adalah permen karet. Imbas dari industrialisasi Korea saat itu, disebut dengan ‘Miracle on the Han River’, sejumlah industri Korea Selatan berhasil memasuki pasar global, misalnya seperti Samsung, Hyundai, termasuk Lotte. Keluarga ini disebut sebagai chaebol atau konglomerat.

Baca juga: NTH Room, Skandal Pelecehan Seksual Via Aplikasi Chat di Korsel

Shin Kyuk Ho berhasil membangun konglomerasi bisnis hingga ada 95 jenis usaha. Ketika kesehatannya menurun, Shin Kyuk Ho didesak oleh putera dari istri kedua yang bernama Shin Dong Bin untuk menyerahkan pengelolaan Lotte Group kepada dirinya pada tahun 2011. Hal ini menimbulkan kecumburuan putera pertamanya, Shin Dong Joo.

Atas desakan putera pertamanya, tahun 2015, Shin Kyuk Ho melakukan kudeta direksi untuk menjatuhkan  Shin Dong Bin. Sayangnya gagal. Shin Kyuk Ho disingkirkan dari Lotte Group dan hanya diberikan posisi sebgai ketua kehormatan.

Drama semakin meningkat di tahun 2016, ketika jaksa Korea Selatan memerika kasus penyuapan yang mengarah pada keluarga Shin. Puteri pertama Shin Kyuk Ho dari istri pertama, Shin Young Ja, ditangkap atas tuduhan penggelapan. Putera pertama dari istri kedua, Shin Dong Joo juga pernah dipenjara karena tersangkut kasus korupsi. Begitu pula dengan pendiri Lotte Group yang dihukum krena kasus penggelapan, meski akhirnya Shin Kyuk Ho tak pernah dipenjara karena lanjut usia.

Di tahun 2018, Shin Dong Bin, CEO Lotte Group saat ini, dipenjara karena kasus suap yang melibatkan ajudan mantan Presiden Park Geun Hye. Mahkamah Agung memberi hukuman penangguhan penjara pada Oktober 2019 kemarin.

Lotte Group Family

Baca juga: Skandal K-Pop di Tahun 2019

Selain kasus korupsi, masalah lain dari Lotte Group adalah saham ‘amis’ milik Seo Mi Kyung, istri ketiga Shin Kyuk Ho. Seo Mi Kyung memiliki puteri dari Shin Kyuk Ho bernama Shin Yu Mi. Ibu dan anak ini mempunyai saham terbesar yakni 6,8 persen dari Lotte Holding otomatis paling berpengaruh di pengambilan keputusan Lotte Group. Angka ini lebih tinggi dibanding saham Shin Kyuk Ho dan putera-puteirnya yang lain. Shin Kyung Ho hanya punya 0,4 persen, Shin Dong Joo 1,6 persen, dan Shin Dong Bin 1,4 persen. Tingginya saham Seo Mi Kyung dan Shin Kyuk Ho diduga merupakan transferan dari Shin Dong Bin dengan tujuan menghindari pajak

Awal tahun, Shin Kyuk Ho meninggal pada tanggal 19 Januari 2020 di usia 97 tahun. Dinasti Lotte dikritik karena memanfaatkan kekuasaannya untuk mempermudah hidup dan menjalankan bisnis dengan cara ‘abu-abu’. Dinasti chaebol ini juga dikritik karena seringkali mengabaikan hak pemegang saham minoritas dan komunitas sekitar perusahaan beroperasi.

Skandal Lotte Group tak ada hubungannya dengan penutupan semua gerai Lotteria di Indonesia. Meski belum ada penjelasan resmi, penutupan waralaba asal Korea ini diprediksi karena penjualan menurun selama pandemi COVID-19 dan persaingan antar-restoran cepat saji..**

Spread the love