081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Kondisi Otak Sebabkan Perselingkuhan, Kok Bisa?

Kondisi Otak Sebabkan Perselingkuhan, Kok Bisa?

Haidiva.com-Banyak orang menganggap bahwa laki-laki selingkuh dan meninggalkan istrinya demi perempuan yang lebih seksi atau cantik. Sementara perempuan akan meninggalkan suaminya demi laki-laki yang lebih mapan. Padahal, alasan sebenarnya seseorang berselingkuh adalah kondisi otak.

Menjalani hubungan berdua, membangun rumah tangga berdua, tetapi bisa berakhir karena orang ketiga. Selingkuh dalam pernikahan memang sebuah masalah yang tak akan pernah lekang dimakan waktu. Ternyata, seseorang bisa selingkuh karena kondisi otaknya.

“Di Stress Management Indonesia, kami memahami bahwa kondisi mental seseorang, termasuk selingkuh, memiliki kaitan yang erat dengan kesehatan otaknya. Pada hari kesehatan mental sedunia ini, kami ingin memberikan informasi alasan sebenarnya seseorang berselingkuh, sehingga permasalahan bisa diatasi dari akarnya,” kata Coach Pris, CEO Stress Management Indonesia.

Perselingkuhan, kesehatan otak, dan kondisi mental seseorang memiliki hubungan yang saling berkesinambungan. Berikut adalah 4 alasan berbasis neuroscience mengapa seseorang berselingkuh:

Baca juga: Aneka jenis perselingkuhan, ini yang dilakukan Adam Levine

Kecanduan Euforia Cinta

Suami selingkuh (Deposit photos)

Pengalaman indah jatuh cinta dan tergila-gila dengan seseorang tidak bertahan selamanya. Ahli saraf menemukan bahwa setelah 6 bulan hingga 2 tahun, rasa cinta yang menggebu-gebu berubah menjadi cinta dan komitmen yang lebih dalam atau keputusan untuk berpisah dan melepaskan diri.

Banyak terapis pasangan mengatakan bahwa perselingkuhan terjadi karena orang salah mengira kurangnya intensitas dan euforia sebagai tanda bahwa mereka telah putus cinta. Kurangnya euforia ini dapat mendorong seseorang untuk mencari pasangan lain untuk mencoba menciptakan kembali intensitas cinta yang tinggi. Bagi sebagian orang, kebutuhan untuk merasakan aliran cinta baru membuat mereka terus mencari hubungan di luar nikah.

Kehilangan Sirkuit Kontrol Diri

Sirkuit kontrol diri adalah sistem penyeimbang antara bagian otak limbik yang memotivasi untuk mencari aktivitas yang menyenangkan dan bagian otak korteks prefrontal (PFC) yang membuat seseorang berpikir dua kali sebelum terlibat dalam perilaku berisiko, seperti perselingkuhan.

Ketika sirkuit kontrol diri seimbang, kontrol impuls memadai menghentikan seseorang dari berselingkuh. Namun, ketika aktivitas PFC rendah, terjadi ketidakseimbangan yang menyebabkan seseorang menyerah pada keinginan impulsif tanpa memikirkan konsekuensinya. Studi pencitraan otak menunjukkan bahwa orang dengan aktivitas rendah di PFC lebih mungkin untuk bercerai.

Baca juga: Belajar dari layangan putus, tanda suami selingkuh

Faktor Testosteron

Sebuah studi tahun 2019 menemukan bahwa laki-laki dengan kadar testosteron tinggi lebih mungkin untuk melakukan perselingkuhan daripada pria dengan kadar testosteron yang lebih rendah. Testosteron terlibat dalam suasana hati, motivasi, dan seksualitas. Tingkat testosteron yang tinggi dikaitkan dengan empati yang lebih rendah dan hawa nafsu yang tinggi, yang bisa menjadi resep untuk berselingkuh.

Otak yang Tidak Setia Itu Berbeda

(livingly)

Studi pencitraan otak telah menemukan bahwa otak seseorang yang setia berbeda dari yang selingkuh. Ketika seseorang melihat gambar romantis — pasangan berpegangan tangan atau menatap mata satu sama lain, misalnya — aktivasi otak berbeda antara yang setia dan tidak setia.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang setia menunjukkan lebih banyak aktivitas saraf terkait hadiah saat melihat gambar romantis dibandingkan dengan orang yang tidak setia.

Lebih lanjut, menurut Coach Pris, untuk mencegah terjadinya perselingkuhan, sebaiknya pasangan saling mengenal kondisi satu sama lain sebelum menikah. Dengan demikian, kita bisa memahami kondisi pasangannya dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk memperbaiki kondisi.

Spread the love

One thought on “Kondisi Otak Sebabkan Perselingkuhan, Kok Bisa?

  1. Alasan Perempuan Selingkuh, Jangan Ditiru!
    Oktober 10, 2023 at 2:08 pm

    […] Baca juga: Kondisi otak orang yang suka selingkuh […]

Comments are closed.