081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Kisah Valerie Bacot, Alami KDRT tapi Malah Dipenjara

Kisah Valerie Bacot, Alami KDRT tapi Malah Dipenjara

Haidiva.com-Valerie Bacot (40 tahun) menembak mati suaminya, Daniel Polette, pada tahun 2016 setelah tak tahan mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Ia akhirnya menghadapi hukuman seumur hidup karena membela diri. Kisah Valerie ini dia tulis sendiri dalam bukunya yang berjudul Tout Le Monde Savait (Semua Orang Tahu) yang diterbitkan pada Mei 2021.

“Dengan senjata yang sama, saya membunuhnya karena tak ingin dia bunuh,” tulis Bacot seperti yang dikutip dari laman berita CNN.

Diperkosa saat usia 12 tahun

Daniel Pollet yang sering melakukan KDRT ke Valerie Bacot

Valerie Bacot mengatakan rentang usianya dan Daniel Polette adalah 25 tahun. Saat itu, Pollete adalah pacar ibunya meski di buku dia tulis sebagai ayah tiri. Pollete memperkosanya di tahun 1996 saat Valerie berusia 12 tahun.

Pollete kemudian dipenjara tetapi hanya dua setengah tahun. Setelah bebas, ia memperkosa Valerie lagi hingga hamil. Saat itu, Valerie Bacot berusia 17 tahun. Pollete kemudian menikahinya.

Baca juga: KDRT selama pandemi Covid-19 meningkat

Kekerasan bahkan di kesalahan sepele

Valeria Bacot dan 4 anaknya yang selama ini melihat ia di-KDRT

Setelah 18 tahun pernikahan, pasangan ini mempunyai 4 anak. Tapi Valerie Bacon selalu mendapatkan kekerasan dari Daniel Polette bahkan untuk hal sepele.

“Suatu pagi di ruang makan, dia mulai berteriak karena saya tidak meletakkan mainan bayi dengan benar. Dia berbalik ke arah saya dan menampar saya dengan keras tanpa peringatan,” tulis Valerie Bacot, mengingat salah satu dari sekian kali dia dipukul oleh Polette.

Diancam anaknya bakal disiksa

Ilustrasi Valerie Bacot dan dua anaknya yang membantu terbebas dari KDRT (medium)

Dua di antara empat anak membantu mengubur jenazah ayah mereka setelah Valerie Bacot menembaknya. Tahun 2019, dua anak tersebut masing-masing dijatuhi hukuman penjara 6 bulan percobaan karena menyembunyikan mayat manusia.

Selama penyelidikan, anak-anak berbicara tentang pelecehan tanpa henti yang diderita ibu mereka di tangan Polette. Menurut dokumen pengadilan, psikiater yang ditunjuk pengadilan mengatakan Valerie Bacot dan anak-anak “jelas di bawah kendali Polette.”

Baca juga: Disinformasi, Kasus Lovi Assumi dan Video Perkosaan di India

Polette menggunakan anak-anak sebagai ancaman terhadap Valerie. Bila ibu beranak empat itu pergi, buah hatinya akan disiksa atau dibunuh. Inilah yang menyebabkan Valerie tak berdaya.

Dipaksa melacurkan diri

Selain mengalami KDRT, Valerie Bacot juga dipaksa melacurkan diri (The Sun)

Valerie Bacot mengatakan kepada polisi bahwa dia menjadi sasaran pemukulan berulang kali oleh Polette. Suaminya bahkan memaksanya untuk melacurkan dirinya sendiri.

Dipenjara karena dianggap pembunuhan berencana

Kisah Valerie Bacot, Alami Kekerasan Rumah Tangga tapi Malah Masuk Penjara (FranceInfo)

Valerie Bacot menghadapi ancaman hukuman seumur hidup. Jaksa beralasan bahwa pembunuhan terhadap Daniel Polette dilakukan secara berencana. Hal ini tentu saja dibantah oleh kuasa hukum Valerie.

Sebuah petisi untuk tidak memenjarakan Bacot diluncurkan secara online oleh para advokat pada bulan Januari. Sampai tanggal 23 Juni pagi waktu Indonesia, petisi ini telah mendapatkan sekitar 630 ribu tanda tangan. Sidang diperkirakan akan berlangsung pekan ini.

Kamu bisa berpartisipasi untuk membantu Valerie Bacot mendapatkan keadilan dengan menandatangai petisi online berikut ini.

Spread the love