Kecil-Kecil Calon Raja dan Ratu

Kecil-Kecil Calon Raja dan Ratu

Haidiva.com-Di era perkembangan demokrasi yang seperti sekarang, kerajaan masih dipertahankan dan menjadi simbol persatuan di pelbagai negara. Raja atau ratu dipersiapkan sejak sedini mungkin, mulai dari pendidikan tata krama hingga pengetahuan menjadi kepala negara.

Haidiva merangkumkan sejumlah bocah calon raja atau ratu dan didikan yang harus mereka terima sejak kecil. Para bangsawan cilik mendapatkan beban yang berbeda dibandingkan bocah jelata, konsekuensi dari limpahnya wewenang dan kekayaan yang akan mereka terima kelak.

Puteri Leonor, Calon Ratu Spanyol

youtube.com

Meski masih remaja awal, Puteri Leonor terlihat anggun dengan bibir yang selalu tersenyum. Gadis usia 14 tahun ini merupakan sulung dari pasangan Raja  Felipe VI dan Ratu Letizia. Dia memulai pidato publik pertama saat perayaan 40 tahun konstitusi Spanyol 31 Oktober 2018, ketika berusia 13 tahun.

Sejak kecil, Puteri Leonor tak hanya mendapatkan didikkan tata krama dari orang tuanya tetapi juga sang nenek Ratu Sofia.  Leonor memulai debut pendidikan internasional pada musim panas 2018 di sebuah kamp di Amerika Serikat. 

Bersekolah di Santa Maria de los Rosales, Leonor merupakan siswa yang memiliki antusiasme dan kreativitas tinggi. Selain fasih berbahasa Inggris, dia juga mempelajari berbagai bahasa seperti Mandarin, Prancis, dan Arab.

Puteri Estelle, Penerus Tahta Swedia dari Sang Ibu

thelocal.se

Puteri Estelle Silvia Ewa Mary merupakan penerus Raja Carl XVI Gustaf urutan kedua setelah ibunya, Puteri Mahkota Victoria. Gadis kecil usia 7 tahun ini memukau pasangan Duke of Cambridge dan Duchess of Cambridge Pangeran William dan Kate Midleton atas sopan santunnya saat minum teh.

Namun bukan berarti Puteri Estelle tak bisa menikmati masa kecilnya yang ceria, orang tuanya membebaskan bermain seperti bocah sebayanya. Orangtuanya, Putri Mahkota Victoria dan Pangeran Daniel memutuskan untuk menyekolahkan Puteri Estelle Preschool Aventyret yang terkenal unik.

Sekolah ini menggunakan dongeng sebagai pengantarnya dan mengajarkan anak-anak untuk dekat dengan alam dan sesamanya. Ketika menghabiskan waktu di luar ruangan, Puteri Estelle tak segan memanjat pohon dan merangkak di bebatuan berlumut, lalu tidur-tiduran di bawah pohon bersama teman-temannya sambil berbagi camilan piknik.

Pangeran Jigme Namgyel Wangchuck, Balita Penerus Tahta Bhutan

people.com

Pangeran Jigme merupakan anak sulung Raja Bhutan Jigme Khesar Namgyel Wangchuck (39) dan Ratu Jetsun Pema (29). Meski balita, bocah bangsawan usia 3 tahun sudah belajar etika sejak kecil sesuai umurnya. Saat menemani orang tuanya di acara kearajaan, Pangeran Jigme diwajibkan memakai pakaian tradisional Bhutan.

Soal pendidikan, Pangeran Jigme diprediksi akan menempuh jalan yang sama dengan ayahnya. Dia akan menempuh pendidikan dasar di dalam negeri dan akan melanjutkan sekolah lanjutan ke luar negeri hingga perguruan tinggi. Raja Bhutan sendiri, sebagai informasi, menempuh pendidikan di  Phillips Academy (Andover, Massachusetts), Cushing Academy dan Wheaton College di Massachusetts, Amerika Serikat. Setelah itu, dia menempa pendidikan di Magdalen College, Universitas Oxford, Inggris hingga akhirnya menyelesaikan program pelayanan luar negeri dan berhak atas gelar MPhil di bidang politik.

Pangeran Hisahito, Ketiban Sampur dari Pamannya

washingtonpost.com

Karena Kaisar Jepang Naruhito tak punya anak laki-laki, garis penerus dilanjutkan oleh adiknya yakni Pangeran Fumihito, ayah Pangeran Hisahito. Bocah usia 13 tahun ini otomatis yang akan meneruskan kekaisaran Jepang.

Sebagai satu-satunya cucu laki-laki Kaisar Akihito, Hisahito sudah diajarkan mengenai etika dan mempunyai tugas tersenidiri. Dia pernah mengambil bagian dalam kegiatan seperti mencari tanaman obat dan pohon, serta melakukan penelitian di Tokyo.

Dikutip dari Japan Times, si pangeran cilik  bertanggung jawab untuk merawat kelinci dan hamparan bunga sekolah pada tahun-tahun terakhirnya di sekolah dasar. Orang tua pangeran tersebut memilih menyekolahkannya  di Ochanomizu University Elementary School. Saat ini, Pangeran Hisahito belajar di Ochanomizu Junior High School.

Pangeran George dari Britania Raya

etonline.com

Pangeran George dari Cambridge ini merupakan salah satu bocah bangsawan yang paling terkenal dan menyedot perhatian khalayak. Pangeran George adalah urutan nomor 3 penerus tahta setelah kakeknya, Pangeran Charles, dan ayahnya, Pangeran William. Meski berada di urutan yang jauh, bocah bangsawan ini harus menempuh menyiapkan diri mulai dari sekarang.

Sebagai calon putera mahkota sekaligus raja, Pangeran George mesti menguasai minimal satu bahasa asing yang diperlukan saat kelak bertugas ke luar negeri kelak.  Ia sudah menguasai Bahasa Spanyol. Sejak Desember 2019, ia mulai pelayanan pertamanya sebagai bangsawan senior yakni menyiapkan puding untuk Royal British Legion.

Sejak usia dua tahun, Pangeran George dan adik-adiknya mulai mendapatkan pelajaran etika sederhana seperti bagaimana cara membungkuk kepada posisi yang lebih tinggi, melakukan jabat tangan, hingga cara berpakaian. Untunglah, ia bersekolah di tempat umum sehingga masih bisa menikmati masa kecil layaknya anak biasa. (ndr)

Spread the love