081-2173-3281 redaksi@haidiva.com

Hoax, Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan

Hoax, Vaksin Covid-19 Sebabkan Kemandulan

Haidiva.com-Vaksin COVID-19 dianggap sebagai salah satu upaya pencegahan virus corona atau COVID-19. Vaksin diharapkan mampu menghentikan pandemi yang mengganggu aktivitas sosial sehari-hari. Sayangnya, ada informasi keliru atau hoaks yang mengatakan vaksin virus corona dapat menimbulkan efek samping berupa kemandulan.

“Informasi ini tidak benar,” kata dokter spesialis kandungan di The Ohio State University Wexner Medical Center, Michael Cackovic seperti dikutip dari Shape.

Beredar, informasi menyesatkan seputar vaksin COVID yang dapat menyebabkan gangguan kesuburan. Kabar burung tersebut berisi bahwa vaksin mengandung protein lonjakan atau disebut syncytin-1. Protein ini menganggu fungsi plasenta (organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi kepada bayi).

Baca juga: Kapan pandemi Covid-19 berakhir?

Cackovic mengatakan protein lonjakan SARS-CoV-2 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1. Pendapat ini dibenarkan pula oleh pakar penyakit menular dari Johns Hopkins Center for Health Security, Amesh A. Adalja.

Adalja mengatakan tidak ada bukti yang mendukung anggapan vaksin COVID-19 berdampak pada kesuburan. Para ahli kesehatan dari American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG) juga setuju mengenai hal ini. Bahkan, tak ada masalah bagi perempuan yang ingin program kehamilan setelah disuntik vaksin.

“Kamu tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin COVID-19,” kata Adalja.

Baca juga: Jokowi Gratiskan Vaksin Covid-19, Siap Disuntik Pertama

Lebih lanjut, sejumlah survei dan penelitian menguatkan pendapat para pakar kesehatan tersebut. Beberapa perempuan yang berpartisipasi dalam uji klinis untuk dua vaksin (Pfizer dan Moderna) hamil selama percobaan. Kehamilan mereka sehat dan menjadi bukti ada masalah kesuburan tidak terjadi.

Selama uji coba vaksin Moderna, 13 peserta hamil. Sedangkan selama uji coba vaksin Pfizer, terjadi 23 kehamilan. Sementara satu sukarlawan uji coba Pfizer mengalami keguguran tapi bukan karena vaksin.

Dokter spesialis penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine, William Schaffner menganjurkan perempuan yang ingin hamil tetap mendapatkan vaksinasi. Tujuannya untuk mencegah potensi penyakit selama hamil atau setelah melahirkan.

Baca juga: Gangguan kesuburan laki-laki sebabkan sulit punya anak

Jika masih khawatir tentang bagaimana vaksin COVID dapat memengaruhi kesuburan di masa depan, Schaffner mengajurkan untuk berkonsultasi dengan dokter kandungan langsung.

Vaksin COVID-19 memang sebaikya tak disuntikan pada ibu hamil maupun menyusui. Akan tetapi, vaksin terbukti tak mempengaruhi kesuburan atau menhambat perempuan yang ingin program hamil.

Spread the love